Sampang, 17/8 (Media Madura) – Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-72 dilaksanakan di Pendopo Bupati Sampang di Jalan Wijaya Kusuma, Kamis (17/8/2014) pagi pukul 09.45 WIB. Komandan Distrik Militer (Dandim) 0828 Sampang Letkol Inf Indrama Bodi menjadi inspektur upacara pengibaran sang saka Merah Putih.

Peringatan hari jadi republik ini diawali pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah. Selanjutnya, mengheningkan cipta bagi jasa para pahlawan dipimpin Dandim 0828 Sampang Letkol Inf Indrama Bodi.

Pengarakan bendera pusaka Merah Putih dilakukan mulai dari luar kawasan Pendopo menuju halaman upacara. Pengibaran bendera kali ini dilaksanakan oleh 70 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Pasukan delapan Paskibraka saat pengibaran Merah Putih di Pendopo Bupati Sampang

Untuk pengibar bendera Merah Putih dibawakan pelajar asal SMA 1 Torjun Rina Alvin Nur Aini, Malik dari SMA 2 Sampang, dan Ach Abiel Alfian dari SMA 2 Sampang. Bendera pusaka dikibarkan tepat pukul 10.00 WIB.

Selain pengibaran bendera pusaka, penampilan drum band dari sejumlah pelajar di Kabupaten Sampang menjadi agenda utama pada upacara ini. Di akhir upacara, paduan suara Aubade Sampang menyanyikan lagu-lagu nasional dan daerah.

Bupati Sampang Fadhilah Budiono, menyampaikan isi kemerdekaan saat ini lebih mengutamakan untuk menanamkan semangat dari para pejuang demi pembangunan Kabupaten Sampang, serta jiwa nasionalisme harus tertanam di lingkup pendidikan dasar hingga menengah atas.

“Banyak cara bisa dilakukan termasuk empat pilar kebangsaan kembali dihidupkan kepada semua anak pendidikan,” jelas Fadhilah kepada wartawan.

Dia berharap, di perayaan HUT ke-72 Kemerdekaan RI, menumbuhkan keberkahan bagi masyarakat Indonesia secara umum, dan khususnya masyarakat Sampang. Tidak kalah penting adalah selalu menjaga keutuhan bangsa dan Negara Indonesia.

“Kita harus selalu bergandeng tangan, bagaimana bangsa Indonesia selalu tetap berjaya dan menjaga NKRI. Jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu, yang bisa memecah belah bangsa Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu, rangkaian penurunan bendera pusaka akan dimulai pada pukul 16.00 WIB. Akan dihadiri sejumlah tamu undangan dari Forkopimda, Camat, Kades se-Kabupaten Sampang, Kepala OPD, serta para pelajar. Setelah upacara penurunan bendera, rangkaian kegiatan akan ditutup.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor:Zainol

Tinggalkan Balasan