Pamekasan, 16/8 (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, meminta pihak pabrikan tidak mempermainkan harga tembakau petani.

Menurut wakil Ketua DPRD Pamekasan, Suli Faris, karena selama ini petani tembakau khsusnya di Pamekasan selalu menjadi objek yang dirugikan. Padahal antara petani dan pabrikan merupakan dua sisi yang saling membutuhkan.

“Artinya, pabrikan tidak memposisikan diri sebagai juragan dan menganggap petani sebagai buruh. Sehingga, pabrikan selaku pemilik modal tidak semena-mena dalam membeli tembakau petani,” katanya, Rabu (16/8/2017).

Ditambahkan politikus Partai Persatuan Bulan Bintang (PBB) itu, pabrikan tanpa petani tidak akan bisa jalan, begitupula petani makanya pihak pabrik dengan petani harus bisa memposisikan diri bukan atasan dan bawahan.

“Petani dan pabrikan bukan buruh dan majikan. Ini adalah kedua belah pihak yang harus bekerja sama untuk saling menguntungkan,” tegas Suli.

Hal yang paling penting mengenai pembelian tembakau adalah transparansi pengambilan contoh yang selama ini cenderung petani menjadi korban. Pria berkumis itu tidak mempermasalahkan beratnya sampel tembakau yang diambil, tetapi harus tranparansi antara penjual dan pembeli.

“Jangan terus menerus petani ini dizalimi, kami minta pembelian ini lebih transparan lagi agar petani kita setiap tahun tidak menjadi sapi perah mereka (pabrik.red),” pungkas Suli.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan