Sumenep, 20/7 (Media Madura) – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS) menggelar aksi demontrasi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (20/7/2017).

Mereka hendak mempertanyakan sejumlah penanganan kasus yang terkesan mandek, terutama kasus Pokmas senilai Rp 600 juta pada tahun 2014 lalu.

Aksi ini dijaga ketat puluhan kepolisian dari Mapolres Sumenep, bahkan untuk menahan mahasiswa menerobos masuk halaman Kejari, polisi memasang pagar betis.

Namun, karena mahasiwa tidak puas hanya berorasi di luar, mereka pun memaksa untuk masuk. Akibatnya, aksi saling dorong dan berujung bentrok dengan polisi tak dapat dihindarkan.

Dari insiden ini, satu peserta aksi sempat diamankan polisi, karena dianggap sebagai provokator terjadinya bentrok. Namun, peserta tersebut tidak lama dilepas oleh polisi setelah terjadi negosisasi.

“Kami ini sudah berkirim surat untuk bertemu langsung dengan Kajari. Tapi kenapa tidak diperbolehkan,” kata Korlap aksi Mahfud Amin kecewa.

Beruntung, bentrok tidak berlanjut karena mahasiswa akhirnya diperbolehkan bertemu Kajari. Tapi hanya empat perwakilan mahasiswa yang diperkenankan bertemu Kajari.

“Kami ini bekerja, jadi menangani perkara tidak semudah membalikkan telapak tangan,” demikian komentar singkat Kajari Sumenep, Bambang Sutrisna usai menemui mahasiswa.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan