Pamekasan, 6/7 (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur mendesak dan akan melakukan evaluasi terhadap tanaman tebu, karena sering terjadi kebakaran.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Harun Suyitno berjanji, dalam waktu dekat akan memanggil dinas terkait, pasalnya tanaman tersebut bertujuan mensejahterakan masyarakat.

“Dalam dua atau tiga hari kami akan panggil OPD terkait, kami akan evaluasi semuanya,” Katanya, Kamis (6/7/2017).

Kalau memang keberadaan kebun tebu tersebut menjadi momok bagi masyarakat, maka pimpinan daerah dalam hal ini Bupati Pamekasan, Achmad Syafii harus turun tangan.

“Keberadaan kebun tebu yang saat ini mengundang reaksi di masyarakat, harus disikapi dengan serius,” tambah Harun.

Ia menuding dalam perencanaan penanaman tebu di Madura utamanya di Pamekasan salah perencanaan, sehingga bukan mensejahterakan malah membahayakan dan mengancam petani.

“Sudah jelas membahayakan karena sudah ada yang digigit ular karena dekat dengan kebun tebu,” tutup Harun.

Sementara Bupati Pamekasan, Achmad Syafii mengatakan, akan mengevaluasi keberadaan kebun tebu tersebut.

“Kalau begitu kami akan evaluasi, apakah perencanaan yang keliru atau lain-lainnya, utamanya yang ada di permukiman padat,” katanya.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan