Sumenep, 24/6 (Media Madura) – Suporter setia Perssu Sumenep, Peccot Mania menolak keras label sebagai kelompok suporter yang suka berulah setiap tim kesayangannya bertanding di Liga 2 Indonesia.

Dalam sejumlah rilis media, suporter Perssu ditempatkan di posisi dua bersanding dengan suporter Persebaya Surabaya sebagai suporter yang memicu denda atas timnya.

Disebutkan, sejauh kompetisi Liga 2 berjalan, Persebaya dan Perssu menjadi tim terbanyak dijatuhi sanksi oleh Komisi Disiplin PSSI dengan akumulasi denda Rp 35 Juta, dan menjadi peraih denda terbanyak tim di Liga 2.

“Klaim seperti ini tidak benar, dan perlu kami luruskan, karena yang disebut adalah suporter Perssu, tentu merujuknya adalah ke Peccot Mania,” kata salah satu pentolan Peccot, Hasyim Kopral.

Menurut Hasyim, tidak sekalipun pasukannya terlibat dalam rusuh atau tindakan-tindakan merugikan tim lain, baik saat mendukung Madura United FC di Liga 1 atau Perssu di Liga 2.

“Kami tegaskan, kami adalah kelompok suporter cinta damai, no rasis no anarkis, dalam kondisi apapun tim kebanggan kami,” tegasnya.

Lebih jauh pria yang kerap berdiri di panggung drigen ini mengungkapkan, persoalan ada kericuhan, pelemparan botol dan tindakan tak terpuji lainnya saat Perssu bertanding, tidak bisa otomatis dilabelkan ke suporter.

“Jadi bedakan ya, antara suporter dan penonton, saya rasa yang berulah saat laga Perssu adalah penonton bukan suporter, saya tegaskan bukan Peccot Mania,” ungkapnya.

Peccot Mania merupakan kelompok suporter yang menjadi bagian di Suporter Madura Bersatu, berkedudukan di Sumenep dan menjadi kelompok paling setia mendukung Perssu Sumenep.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan