Pamekasan, 23/6 (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur berjanji akan inten mengawasi pergerakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dititpkan di perbankan.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Harun Suyitno mengatakan, pengawasan di sejumlah bank itu dilakukan agar diketahui secara transparan dana yang didistribusikan ke perbankan sebelum program dijalankan. Tak terkecuali bunga yang didapat daerah dari bank.

“Kami sudah mengecek uang daerah yang ada di perbankan dan meminta laporan dari masing-masing bank yang dititipi uang negara itu,” katanya, Jumat (23/6/2017).

Dalam laporan keuangan yang dikroscek tambah Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, di tahun anggaran 2016. Hasilnya, akan dijadikan tolok ukur pada tahun ini. Utamanya, dari sisi pendapatan yang disumbangkan ke APBD melalui bunga bank tersebut.

“Tahun ini diupayakan pendapatan daerah dari bunga bank lebih tinggi dari sebelumnya. Mengingat, nominal kasda yang disimpan tidak jauh berbeda, bahkan lebih besar,” tambah Harun.

Dari beberapa perbankan milik negara yang dititipi uang negara pada tahun 2016 itu, dari APBD Pamekasan senilai Rp 350 miliar yang disimpan mendapat bunga senilai Rp 17 miliar.

Penyimpanan dana daerah di perbankan diharapakan tidak statis, tapi dinamis. Hanya, pendapatan dari hasil deposito atau giro itu bukan menjadi hal utama. Realisasi APBD menjadi fokus utama.

Sayangnya Harun belum bisa membeberkan hasil pada tahun ini, ia mengaku proses kroscek belum selesai. Bahkan ada satu bank belum menyerahkan laporan.

Reporter: Rifqi
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan