Sampang, 16/6 (Media Madura) – Mohammad Hudi (73), hanya bisa pasrah. Sudah hampir 16 tahun ini, anaknya, Amidah (35), tak pernah memberikan kabar dan hilang kontak untuk dihubungi. Entah dimana keberadaan putri sulungnya yang berangkat ke Arab Saudi itu mengadu nasib menjadi TKW.

Saat ditemui mediamadura.com di rumahnya, Dusun Pengarangan, Desa Dalpenang, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Kota Sampang, Jumat (16/6/2017) pukul 10.30 WIB, mereka tengah duduk santai di dipan bambu yang ada di depan teras rumah.

Moh Hudi, bapak dengan tiga anak ini, menceritakan Amidah berangkat sebagai TKW untuk kedua kalinya. Ia pertama berangkat selama 3 tahun di Arab Saudi dan sempat pulang ke Sampang setelah mempunyai anak pertama, Ayu Putri Octavia, ketika itu berumur 2 bulan.

Kemudian kesempatan berangkat kedua kalinya itu meninggalkan Ayu di Sampang. Keluarga hanya tahu Amidah bekerja di Arab Saudi, namun tak ada kejelasan tempat Amidah bekerja. Dari keberangkatan terakhirnya itulah tak bisa dikontak hingga saat ini.

“Yang berangkat kesana tidak tahu dengan siapa dan PT apa, sedangkan suaminya Sayyedi (40) warga Desa Batu Poro Barat Kecamatan Kedungdung tinggal di Sampang dan kawin lagi,” ujar pria yang merupakan pensiunan suruhan di Bagian Perekonomian Sekretariat Pemkab Sampang itu.

Hudi menuturkan, sebelum hilang putusnya hubungan tersebut, Amidah pernah berkomunikasi melalui surat yang dikirim dari Arab Saudi. Isi surat itu meminta foto sekeluarga di Sampang.

“Minta foto dan menyampaikan bahwa Amidah tidak akan pernah lagi bisa pulang ke Madura (di Sampang-red). Nah sekarang surat yang pernah dikirim ini dicari tidak ada, ingin tahu jelas alamat lengkapnya, tapi hilang mungkin terhanyut banjir,” katanya.

Sementara, anak Amidah, Ayu Putri Octavia (16) berharap agar ibunya itu segera pulang dari tempat ia bekerja. Sebab, dirinya saat ini sudah remaja dan duduk di bangku kelas X di SMK Negeri 1 Sampang menempuh jurusan Teknik Gambar Bangunan (TGB).

“Semoga cepet pulang ibu karena sudah kangen, sampai sekarang tidak tahu persis wajah ibu karena sejak kecil ditinggal bekerja,” tuturnya dengan mata penuh harapan.

Saat ini, Ayu sudah diasuh oleh Admari, mantan Kepala Dusun Desa Dalpenang, tak lain masih satu keluarga neneknya. Ayu diambil asuh sejak ia berumur 9 bulan.

Terpisah, Kepala Bidang Ketenaga Kerjaan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kabupaten Sampang Bisrul Hafi, menyarankan agar pihak keluarga segera melaporkan kepada dinas dengan data pendukung seperti paspor dan lainnya.

“Tapi kalau data itu tidak ada. Ya pasti kesulitan, karena kami juga akan berkoordinasi dengan KBRI yang ada di Riyadh dan Arab Saudi untuk mencari keluarga yang hilang,” singkatnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan