Sumenep, 16/6 (Media Madura) – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi Jawa Timur telah melakukan audit realisasi keuangan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Hasilnya cukup fantastis, karena pada realisasi APBD tahun 2016 itu, BPK menemukan sedikitnya Rp 6,4 miliar terindikasi diselewengkan. Angka tersebut tersebar di beberapa OPD.

Yaitu, Dinas Pendidikan duduki peringkat teratas dengan temuan mencapai sekitar Rp 1,4 miliar, disus Dinas Kesehatan Rp 900 juta, Bappeda hampir Rp 500 juta, dan Sekretariat Desa sekitar Rp 600 juta.

Setelah itu, ada BKPSDM dengan temuan sekitar Rp 400 juta, Dinas PRKP dan Cipta Karya Rp 100 juta lebih, Dinas PU Bina Marga kisaran Rp 100 juta, Dinas PU Sumber Daya AirRp 100 juta lebih, serta RSUD Dr Moh Anwar sekitar Rp 25 juta.

“Itu kan sifatnya masih temuan sementara,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, Hadi Soetarto membenarkan temuan-temuan tersebut.

Atok, panggilan karib Hadi Soetarto mengatakan, tim audit BPK memang telah melakukan audit, tapi hasil audit tersebut belum diterima pemerintah daerah setempat. 

“Kan masih pemeriksaan, nanti baru diketahui jika hasil pemeriksaan sudah diterima,” sambungnya lagi saat ditanya lebih detail prihal hasil audit tersebut.

Menurut pria yang pernah menjabat Kepala Bappeda ini, proses audit BPK membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sebab, setelah temuan BKP, OPD masih punya kesempatan untuk menanggapi. Kalau memang benar ada penyimpangan, maka OPD diminta mengembalikan.

“Nah, sekali lagi itu masih temuan sementara, belum ada perintah mengembalikan atau tidak,” tukasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan