Sumenep, 8/6 (Media Madura) – Rencana mahasiswa yang tergabung dalam Barisan Revolusi Mahasiswa (BARMA) audiensi ke Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur harus kandas.

Sehingga, mereka yang bermaksud menyoal 9 program unggulan Busyro-Fauzi yang tertuang dalam janji politiknya harus pulang dangan tangan kosong.

Pasalnya, mereka tidak ditemui langsung oleh Bupati A. Busyro Karim atau Wakil Bupati Achmad Fauzi.

“Kami kecewa dengan Bupati dan Wakil Bupati, karena tidak bisa menemui mahasiswa yang ingin mempertnyakan 9 program unggulannya,” kata Ketua Barma, Sufyan Mahatma, Kamis (8/6/2017).

Menurut mereka, hingga hampir 2 tahun pemerintahan berjalan, 9 program yang dengung-dengungkan dinilai tidak jelas. Bahkan program wirausahawan muda tahun 2016 hanya diduga hanya menjadi bancakan oknum tertentu.

“Seharusnya Bupati mau menemui kami, agar bisa menjelasakan terkait 9 program unggalan, lebih-lebih program wirausahawan muda tahun 2016,” ujarnya pada awak media.

Ditwmpat yang sama, Asisten III Pemkab Sumenep, Muhammad Jakfar mengatakan, karena mahasiswa enggan ditemui oleh selain Bupati, maka pihaknya berencana mengatur ulang jadwal audiensi.

“Masalahnya kan mereka tidak mau ditemui selain Bupati, tapi kita akan atur ulang jadwalnya, sehingga bisa langsung bertemu bapak Bupati,” katanya.

Ditanya alasan mengapa Bupati tidak menemui mahasiswa, Jakfar mengatakan, saat ini Bupati tengah mengahadiri cara di luar kota. 

“Sebenarnya saya diminta mewakili Bupati untuk menemui mereka, tapi mereka tidak mau, ya sudah kita atur ulang jadwal aja,” tandasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan