Sampang, 4/6 (Media Madura) – Tidak sedikit pemilik warung makan di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, nekat berjualan di siang hari meski umat muslim tengah menjalani ibadah puasa.

Bukanya warung makan di siang hari itu dipastikan karena lemahnya pengawasan dan penertiban dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Catatan mediamadura.com, selama sepekan bulan puasa ini penegak peraturan daerah (perda) sama sekali belum merazia ke setiap warung makan. Padahal, keberadaan warung makan baik dari sisi timur hingga barat kota Sampang tetap berjualan meski terkesan ditutup. Untuk mengelabuhi petugas, warung sengaja diselimuti kain panjang agar tidak menjadi sorotan masyarakat umum.

“Memang masih belum sidak ke beberapa warung makan, mungkin hari Senin (5/6) besok ini,” ujar Plt Kepala Satpol PP Sampang Rudi Setiadhy dibalik telepone, Minggu (4/6/2017) siang.

Alasan Satpol PP belum menggelar razia karena sampai saat ini Dinas Sosial Sampang belum memberikan tembusan terkait surat edaran berisi imbuan dan larangan bagi masyarakat selama memasuki bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah ini.

“Saya hanya ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa tidak semua pekerjaan ini Satpol PP, sedangkan surat edaran dari Dinsos belum keluar. Kalau sudah keluar baru kita akan menertibkan,” tegasnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sampang Moh Amiruddin, belum bisa memberikan keterangan meski nomor yang biasa dihubungi bernada aktif.

Disisi lain, Aktivis di Sampang Alan Kaisan, meminta dengan alasan apapun pemerintah harus secepatnya tegas dan melakukan razia terhadap warung makan yang mokong tersebut. Hal itu dilakukan selain untuk memberi perbedaan Ramadhan dengan bulan yang lain, harus ada pengawasan dari pemerintah agar tidak mengganggu umat muslim yang sedang menjalankan puasa.

“Ya harus dirazia dan berikan ketegasan dari pemerintah, tutup saja warung makan karena mayoritas masyarakat Sampang adalah umat muslim,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan