Sampang, 11/5 (Media Madura) – Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang Hanian Maria Farouq, mengatakan fogging atau pengasapan dianggap bukan langkah yang tepat sebagai upaya pencegahan wabah demam berdarah dengue (DBD). Kamis (11/5/2017).

“Terpenting adalah masyarakat bisa menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar yakni 3M,” katanya.

Hanian menuturkan, fogging tidak mengatasi masalah justru akan menambah masalah baru. Sebab, bukan pencegahan tetapi pengobatan. Asap fogging itu sasarannya hanya nyamuk dewasa dan tidak bisa membunuh telur dan jentik nyamuk. 

Wabah DBD sendiri disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti perlu diwaspadai memasuki musim pancaroba yakni peralihan musim hujan ke musim kemarau.

“Semakin sering daerah itu di fogging maka nyamuknya akan semakin kebal jadi percuma, kalau mau di fogging khusus daerah yang benar ada kasus positif DBD berdasarkan hasil uji laboratorium,” ucapnya mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang dr Firman Pria Abadi.

Dirinya menambahkan, cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit DBD adalah dengan 3M yaitu menguras, menutup penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas serta memakai lotion anti nyamuk pada waktu tidur ditambah menaburkan bubuk abate di tempat-tempat air yang sulit di kuras setiap 2 sampai 3 bulan sekali. Bubuk abate dapat di peroleh di puskesmas terdekat secara gratis.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan