Sampang, 3/4 (Media Madura) – Dinas Pertanian Kabupaten Sampang hingga kini belum menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani (poktan). Penyebabnya, banyak terindikasi poktan fiktif.

“Bantuan alsintan tidak langsung disalurkan ke poktan karena untuk mengantisipasi dugaan poktan fiktif yang selama ini kerap dipersoal,” terang Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta Sampang Suyono.

Dalam penyaluran alsintan, nantinya akan dikelola oleh brigade yang ada di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pertanian di masing-masing kecamatan di Sampang. Upaya itu dilakukan selain mengantisipasi adanya dugaan poktan fiktif, pemberlakuan regulasi tersebut juga berdasar evaluasi dari pusat.

“Itu sebabnya alsintan akan lebih efektif jika dikelola oleh brigade UPTD pertanian. Tahun lalu brigade ada di Kodim. Ada 25 alsintan yang disebar di koramil-koramil,” paparnya.

Untuk biaya perawatan alsintan langsung ditanggung oleh UPTD. Poktan hanya membiayai solar saat alsintan digunakan di ladang sawah poktan. Aturan tersebut turun dari pusat pada Senin (27/3) kemarin.

Sementara untuk bantuan alsintan sendiri akan bertambah. Selain handtractor dan transplanter, akan ada bantuan lain berupa komben dan pompa air untuk membantu petani meningkatkan produksi pertanian.

Terpisah, Sekretaris Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Tamsul yang selama ini getol menanggapi poktan fiktif, menuturkan seseuai janji sebelumnya jika pemkab bakal menindaklanjuti munculnya poktan fiktif yang selama ini meresahkan.

“Pada waktu menggelar audiensi bersama poktan ke kantor Pemkab Sampang sekitar dua bulan lalu memang rencananya mau menindaklanjuti, serta akan melakukan verifikasi mengenai beberapa poktan yang diduga fiktif, tapi upaya itu sampai saat ini belum ada tindakan,” ujarnya.

Tujuan verifikasi itu untuk memastikan distribusi bantuan alsintan tepat sasaran. Dalam kesempatan kemarin, Tamsul tidak setuju apabila alsintan ditahan. Sebab, penerima bantuan adalah poktan.

“Soal aturan mengenai bantuan alsintan dikelola brigade UPTD pertanian akan menghambat proses produksi poktan. Jadi, sudah seharusnya bantuan tersebut diberikan kepada poktan yang jelas. Apabila diberikan kepada UPTD akan disalahgunakan,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan