Pamekasan, 13/3 (Media Madura) – Polemik soal kelayakan Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Madura, Jawa Timur mulai mereda. Itu setelah pihak menajemen Madura United menyanggupi perbaikan lapangan stadion pelat merah tersebut.

“Perbaikan lapangan, kami kerjakan atas surat dan peretujuan dari Pemkab Pamekasan,” kata Secretary Corrporate PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Umar Wachdin kepada media di Pamekasan, Senin (13/3/2017).

Umar mengatakan, selain lapangan, pihak manajemen Madura United juga akan memperbaiki fisilitas lainnya seperti, bench, loker rooom ruang ganti dan beberapa AC yang telah terpasang.

“Sumber dananya, dari Madura United dengan penghitungan nanti sebagaimana bench, loker room ruang ganti dan beberapa AC yang dipasang kemarin,” terangnya..

Perbaikan tersebut dilakukan, imbuh Umar, karena sumber dana dari Pemkab Pamekasan melalui APBD belum tersedia. Itu ia lakukan agar stadion yang berlokasi di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan itu, sesuai dengan yang dibutuhkan PSSI.

“Dan, itu dilakukan agar bisa digunakan semestinya, sebagaimana rekomendasi dari verifikator PSSI,” Umar menandaskan.

Terkait anggaran yang harus dikeluarkan oleh manajemen Madura United, hingga kini masih belum dibeberkan ke media.

Informasi yang dihimpun, perbaikan lapangan mulai dilaksanakan hari ini, Senin (13/3/2017). Selama proses renovasi lapangan berlangsung, latihan untuk klub sepak bola di Madura dihentikan sementara.

Stadion yang diresmikan pada bulan November 2016 lalu itu, mendapat sorotan PSSI. PSSI pasca turnamen Piala Presiden 2017 mengirimkan memo terhadap manajamen Madura United. Kemudian disampaikan kepada Pemkab Pamekasan selaku pemilik stadion.

Ada beberapa yang menjadi catatan PSSI, diantaranya lapangan tidak rata hingga area teknik penuh krikil. Akibatnya, SGRP dinilai tidak layak menggelar Liga 1 2017.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan