Sampang, 13/3 (Media Madura) – Status lahan wisata Gua Lebar di Jalan Pahlawan Kelurahan Rongtengah Kecamatan Kota Sampang masih buram. Pemerintah dalam hal ini Dinas Pemuda, Olah Raga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang dinilai sengaja mengabaikan pembebasan lahan.

Sekretaris Komisi IV DPRD Sampang Maniri mengatakan, sebagian lahan wisata masih milik perorangan. Hal itu diketahui setelah pihaknya mendapat aduan langsung dari salah satu pemilik lahan yang berada di kawasan wisata andalan tersebut.

“Sangat kecewa ketika persoalan itu sampai saat ini belum ada titik terang,” ujar Maniri, Minggu (12/3).

Untuk itu, sudah seharusnya wisata Gua Lebar menjadi destinasi wisata yang bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan catatan, pengelolaan dan kejelasan status lahan diperjelas.

Alasan itu dikarenakan selama ini kesan dinas terait sengaja memperlamban terkait pembebasan lahan milik warga. Padahal, pengakuan dari warga tidak keberatan lahan yang berada di kawasan Gua Lebar dibeli oleh pemerintah.

“Jika dinas terkait serius mengelola Gua Lebar, tentu persoalan pembebasan lahan sudah bisa diselesaikan,” katanya.

Politisi PKB itu menjelaskan, menyikapi persoalan itu pihaknya akan kembali meminta keterangan seputar perkembangan pembebasan gua lebar kepada ahli waris maupun dinas terkait.

”Kami akan terus mengawal sampai pembebasan lahan gua lebar ini tuntas, dan perlu diingatkan kembali kepada dinas terkait jika gua lebar belum menyumbang PAD sama sekali,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo belum bisa dikonfirmasi. Hanya saja sebelumnya sempat memaparkan, meski baru menjabat pihaknya akan membenahi semua kekurangan yang ada dinasnya, termasuk pembebasan lahan Gua Lebar.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan