Sampang, 8/3 (Media Madura) – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Sampang nampaknya tak mau digadangkan sebagai salah satu inisiator atas pengusulan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batubara (PLTU) bertempat di Desa Banyusokah, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang.

Direktur Utama PLN Rayon Sampang Umar Solihin, mengatakan meksi sudah ada informasi tentang rencana pembangunan PLTU di Kecamatan Ketapang, sejauh ini pihaknya belum pernah dilibatkan maupun koordinasi tentang pembangunan PLTU.

”Ini aneh, kami tidak tahu, dan sekarang belum ada surat pemberitahuan kepada PLN Sampang,” jelasnya.

Pembangunan PLTU sendiri ditaksir akan menghabiskan anggaran senilai Rp 50 triliun. Namun, PLN Rayon Sampang sampai saat ini tidak pernah mengusulkan maupun merencanakan.

“Tidak ada sangkut pautnya dengan PLN Rayon Sampang, apalagi baru tahu rencana pembangunan PLTU dari sejumlah media,” jelasnya.

Kendati demikian, apabila pembangunan PLTU nantinya benar-benar dibangun di lokasi itu PLN Rayon Sampang tetap akan menyesuaikan dan mengikuti perintah dari PLN Provinsi.

Disinggung alasan PT. Lamhot Mitra Mandiri Lestari selaku perusahaan yang akan membangunan PLTU sudah mendapatkan dukungan dari PLN. Umar kembali menegaskan, jika pihaknya tidak tahu-menahu akan hal itu.

“Tidak tahu mas, bisa jadi bukan PLN Rayon Sampang,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Bappeda Sampang Tony Moerdiwanto mengaku masih belum bisa memberikan penjelasan secara rinci. Karena dirinya masih baru menjabat sehingga dalam waktu dekat pihaknya akan mengkoordinasikan kejelasan rencana pembangunan PLTU itu.

”Ini kami masih ingin mengecek kembali, intinya Bappeda belum mengeluarkan izin pemanfaatan ruang akan pembangunan PLTU,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan