Sampang, 7/3 (Media Madura) – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0828 Sampang Letkol Inf Indrama Bodi, menginstruksikan langsung kepada jajaran personel untuk menyelidiki beredarnya kabar keterlibatan oknum TNI yang diduga mengerjakan proyek peningkatan jalan usaha tani di Desa Pliyang, Kecamatan Kota Sampang.

“Ya memang, saya perintahkan langsung mengkroscek di lapangan, karena urusan seperti harus segera ditindaklanjuti,” tegasnya saat menghadiri audensi di Pemkab Sampang, Selasa (7/3/2017) siang.

Indrama Bodi menuturkan, hasil dari penelusuran itu ternyata informasi tersebut tidak benar. Bahkan, pengakuan dari dinas terkait pengerjaan proyek di Desa Pliyang merupakan kegiatan Pokmas.

Selain itu, dia mengaku rela meningkalkan kegiatan lain demi menghadiri audensi di kantor Pemkab Sampang dari pertemuan Poktan dan LSM untuk memastikan beredarnya kabar tersebut. Mengingat, kinerja TNI selalu bersinergi dan mengawasi seluruh kegiatan pertanian.

“Tapi saya heran juga kenapa sampai terjadi persoalan Poktan di masing-masing desa ini,” tanya Indrama Bodi.

Mencuatnya informasi itu dinilai buntut ketidaktransparanan dan lemahnya pengawasan Dinas Pertanian Sampang terhadap semua program pelaksanaan pertanian.

Perwakilan Poktan Ach Sukardi saat audensi di Pemkab Sampang, mengatakan seharusnya Dinas Pertanian lebih memaksimalkan fungsi pengawasan semua pelaksanaan kegiatan pertanian termasuk program pekerjaan peningkatan jalan usaha tani.

“Anggota TNI ini jangan dijadikan tameng saja dari segala kegiatan pertanian apalagi terindikasi dugaan oknum itu, kenapa seluruh program pertanian terkesan disembunyikan, harus ada transparasi,” tegasnya.

Alasan itu disebabkan karena banyak ditemukan program jalan usaha tani tersebut tanpa ada papan nama proyek sehingga dimungkinkan terjadi tumpang tindih program. Salah satunya proyek pekerjaan jalan usaha tani yang berada di wilayah perkotaan.

Padahal, tujuan jalan usaha tani untuk memperlancar sarana dan prasarana produksi petani di setral sawah, mempercepat pengangkutan hasil panen, mempermudah keluar masuknya alat pertanian.

“Pekerjaan program jalan usaha tani sangat amburadul, dibiarkan tanpa ada papan nama proyek, jadi tidak tahu pekerjanya siapa, besaran anggaran dan sumber dana tidak jelas,” tegasnya.

Untuk itu, dia meminta Dinas Pertanian Sampang segera mengkroscek di masing-masing lokasi dan transparansi terkait pekerjaan program peningkatan jalan usaha tani.

Sekedar diketahui, pekerjaan proyek peningkatan jalan usaha tani di Desa Pliyang milik Dinas Pertanian Sampang itu hanya diampar dengan pasir dan batu (sirtu) tanpa digilas mesin atau diwales. Sehingga, masyarakat sekitar sempat mengeluhkan karena dianggap tidak sesuai kondisi yang diharapkan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Sampang Suyono pernah menyatakan jika total anggaran peningkatan jalan usaha tani mencapai Rp 11 miliar. Satu lokasi pekerjaan sekitar Rp 165 per paket. Sedangkan, katagori penempatan lokasi pekerjaan peningkatan jalan berada di daerah hasil produksi padi jagung dan kedelai.

“Jalan usaha tani ini sepanjang minimal 800 meter sampai 1 kilometer,” tuturnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan