Pamekasan, 1/3 (Media Madura) – Bencana banjir di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur hingga kini belum ditanggulangi dengan baik oleh pemerintah setempat. Sejumlah titik di perkotaan masih terendam saat hujan mengguyur wilayah itu.

Kepala Dinas Kawasan Perumahan dan Permukiman (DKPP) Kabupaten Pamekasan, Muharram mengatakan, pemerintah saat ini telah menyiapkan anggaran yang jumlahnya tidak sedikit untuk mengatasi banjir khusus wilayah perkotaan.

“Di wilayah perkotaan ada beberapa titik yang akan digarap tahun ini, karena sering terjadi banjir,” kata dia.

Menurut Muharram, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 7 miliar untuk mengatasi banjir. Dana tersebut dialokasikan untuk normalisasi saluran perkotaaan.

“Dana sebesar itu untuk mengurangi genangan air di perkampungan padat penduduk, akibat saluran yang tidak normal,” ungkap Muharram.

Muharrram mencontohkan, Kelurahan Gladak Anyar, Kelurahan Patemon, serta ruas jalan di perkotaan adalah kawasan yang rawan banjir dan perlu dilakukan normalisasi saluran.

“Tapi yang paling mendesak, yaitu di Kelurahan Gladak Anyar, karena warganya sering dilanda banjir,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, Muharram telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga setempat untuk normalisasi sungai. Karena warga di Kelurahan Gladak Anyar tinggal di bantaran sungai.

Ketika hujan lebat ditambah banjir kiriman dari Pantura, sungai di wilayah itu tidak mampu menampung debit air tinggi. Akibatnya, air sungai meluap dan merendam rumah-rumah warga.

“Jadi, DKPP itu menangani masalah saluran di perumahan warga, sedangkan normalisasi sungai adalah kewenangan Dinas PU,” ujar Muharram menjelaskan.

Muharram dan Dinas PU berkomitmen ingin mengatasi banjir di Pamekasan. Utamanya, di wilayah-wilayah yang rawan banjir. Sehingga, harapan bupati agar Pamekasan bebas banjir betul-betul terwujud.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan