Pamekasan, 28/2 (Media Madura) – Madura United tengah mengincar playmaker PSCS Cilacap, Redouane Zerzouri. Juga mendekati Gustavo Lopes.

Jika benar salah satu dari meraka akan bergabung dengan Laskar Sape Kerrab, posisi Luis Carlos Junior akan terancam dan berpotensi dicampakkan.

Selain kouta pemain asing sudah lengkap, penampilan Luis Carlos di turnamen Piala Presiden 2017 tidak seciamik ketika menjadi top skor bagi Barito Putera di ISC 2016 lalu. Sehingga mendapat sorotan tim pelatih hingga Presiden Klub, Achsanul Qosasi.

“Kita sedang mengevaluasi, apa butuh striker, apa butuh playmaker. Kesimpulan sementara, striker ini (Luis Carlos.red) kemungkinan kita evaluasi,” kata AQ sapaan akrab Achsanul Qosasi.

“Mungkin paling aman menempatkan Greg (Nwokolo) saja di tengah. Bayu (Gatra) dan Engelberd (Sani) masih tetap di kanan dan kiri. Sehingga formatnya, format lama lah. Tinggal mengganti Pablo (Rodriguez Aracil) dengan Greg, kan gitu. Berarti kita butuh satu playmaker yang ada di belakang Greg, di depan Slamet (Nurcahyo),” katanya lagi.

AQ menjelaskan, kini pihaknya tengah mencari sosok tepat pengisi pos playmaker bagi timnya. Bahkan, AQ sudah mengantongi dua nama pemain asing yang dipertimbangkan untuk direkrut persiapan mengarungi kompetisi Liga 1 2017 mendatang.

“Nah, kita akan cari playmaker yang handal. Kita sudah menghubungi Gustavo, tapi kayaknya Gustavo masih setengah hati kembali kesini. Tapi ini bukan sesuatu yang bikin kita panik. Kalau kita mengambil keputusan pada saat panik, kan bisa tidak adil keputusan kita itu. Kurang bijak,” ungkapnya.

Selain Gustavo, Madura United juga tertarik memboyong Redouane Zerzouri ke Pulau Garam. Kualitas playmaker milik PSCS Cilacap itu membuat AQ kepincut.

“Banyak playmaker, dan pertimbangan salah satunya yang menurut saya bagus playmakernya PSCS Cilacap itu, yang Redouane. Itu juga bagus. Terus ada tawaran dari sejumlah pemain. Itu juga jadi perhatian kami,” ujarnya.

AQ menambahkan, tersingkirnya Madura United di delapan besar Piala Presiden banyak membawa hikmah. Tim pelatih menjadi punya banyak waktu untuk mengevaluasi para pemain. Sebab, AQ tidak ingin Fabiano Beltrame dan kawan-kawan tampil mengecewakan di kompetisi Liga 1.

“Kalau kita menang kemarin, kan kita tidak perlu evaluasi jadinya. Kadang-kadang gagah-gagahan, nanti malah pada saat Liga 1 bisa hancur. Ini hikmah lah. Kita kalahnya terhormat kok,” paparnya.

Terkait performa anak asuh Gomes De Oliviera, AQ menilai, sudah mengalami peningkatan signifikan. AQ pun merasa senang dengan peningkatan tersebut. “Kalau dilihat dari kemarin, posisi kita bermain itu jauh lebih baik daripada 3 pertandingan sebelumnya. Itu harus dikatakan jauh lebih bagus,” pungkas AQ.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan