Pamekasan, 23/2 (Media Madura) – Petugas dari tim satuan tugas sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli), mengamankan beberapa barang bukti dari tangan tiga warga dan satu pegawai negeri sipil (PNS) yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (23/2/2017).

Hasil pemeriksaan sementara, kata Koordinator Tim Saber Pungli Kompol Harnoto, barang bukti yang diamankan di titik pertama atau terminal Ronggosukowati, berupa uang sebesar Rp 210 ribu, itu didapat dari kru armada bus yang masuk dalam terminal.

“Pungutannya bervariasi setiap armada bus, mulai Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu, sebesar itu didapat dalam waktu tiga jam,” katanya saat press reales, di Kantor Unit Penanganan Pungutan Liar (UPP) di Jalan Jokotole, Kamis (23/2/2017)

Sedangkan untuk barang bukti di titik kedua, yaitu di kompleks Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Martodirdjo, petugas mengamankan uang Rp 275 ribu, bendel karcis yang sudah habis serta satu bendel sisa karcis.

“Kalau yang di rumah sakit mudusnya, ia memberikan satu lembar kertas karcis pada lebih dari satu sepeda motor, seharusnya itukan satu kertas satu motor,” tambah Harnoto.

Empat tersangka tersebut dikenakan pasal yang berbeda, tiga orang diantaranya dianggap melakukan pemerasan atau premanisne sedangkan petugas parkir di RSUD dinyatakan melakukan perbuatan tindak pidana korupsi.

“Yang di terminal kita anggap premanisme, tapi kalau yang koordinator tukang parkir bisa saja ke korupsi, kita masih kaji pelanggarannya. Sementara tiga tersangka kami kenakan wajib lapor sementara yang PNS Dishub langsung masuk sel,” tutup pria yang saat ini menjabat Wakapolres Pamekasan itu.

Adapun empat orang itu adalah DP (45) dan HW (35) keduanya warga Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, SL (60) warga Jalan R. Abd Aziz, yang berprofesi sebagai makelar terminal.

Sedangkan ML (42) warga Kecamatan Pademawu, merupakan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Dinas Perhubungan (Dishub) yang berprofesi koordinator parkir RSUD dr. Slamet Martodirdjo.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan