Sampang, 11/2 (Media Madura) – Sudah kesekian kalinya wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, dilanda musibah banjir.

Dalam setiap penanganan bencana, pendirian dapur umum yang mensuplai makanan siap santap untuk korban bencana, harus terpenuhi dalam penanganan bencana.

Namun berbeda dengan kondisi di Sampang. Masyarakat nampaknya dibingungkan keberadaan dapur umum saat ingin meminta bantuan makanan dari program tanggap bencana tersebut.

Itu artinya, apa yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Sampang tentang keberadaan dapur umum sebagian disinyalir fiktif.

Seperti dapur umum yang konon didirikan di Jalan Imam Bonjol, Jalan Suhadak, dan Jalan Pasean. Meski lokasi itu merupakan daerah terparah terendam banjir.

Padahal, berdasarkan informasi yang di rilis Pemerintah melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang telah mendirikan dapur umum di 13 titik lokasi.

“Mana ada bantuan makanan diterima korban banjir, salah satunya korban banjir di Jalan Manggis dan Jalan Aji Gunung. Kalau ada dapur umum tidak mungkin bisa memasak dan mendirikan di daerah yang sama-sama terendam banjir,” terang Ali (38) korban banjir asal Keluruhan Gunung Sekar, Jumat (10/2/2017).

Bukan dapur umum di lokasi itu saja yang perlu diragukan. Melainkan, berada di balai Desa Tanggumong, Desa Panggung, Desa Kamoning, kantor Lurah Gunung Sekar, dan Rongtengah.

Sementara itu, Kepala Dinsos Sampang Moh Amiruddin membantah tudingan dapur umum fiktif ke 13 titik lokasi yang didirikan Pemkab Sampang. Hanya saja, menurutnya lokasi keberadaan dapur umum seperti di kantor Kelurahan Rongtengah berada di salah satu rumah warga.

“Tidak ada dapur umum fiktif, silahkan cek ke Ketua RW di masing-masing lokasi itu termasuk Kelurahan Rongtengah. Begitu pun lokasi di Kelurahan Gunung Sekar,” tegasnya.

Disinggung dana anggaran program tanggap bencana tahun 2017. Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bappemas) itu mengaku tidak tahu menahu dengan alasan lupa. Termasuk nominal anggaran yang dikeluarkan per satu titik lokasi dapur umum.

“Soal anggarannya ini tidak tahu karena ada kepala bidangnya sendiri, kalau dapur umum tidak ada anggarannya, cuman kadang kita mengirimkan bantuan 3 karung beras dan lainnya,” dalihnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan