Pamekasan, 9/2 (Media Madura) – Lambang palu arit Partai Komunis Indonesia (PKI) membuat geger warga di sekitar wilayah basis pesantren, yakni di Desa Billaan, Kecamatan Proppo, dan Desa Potoan Daya, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.

Pasalnya logo terlarang tersebut tanpa diketahui tiba-tiba ada di wilayah masjid Desa Billaan bahkan di besi jembatan desa Talangoh juga ada logo tersebut. Sementara di Desa Potoan yang juga wilayah pesantren, logo yang terbuat dari cat warna merah tersebut berada di jalan akses masuk menuju wilayah salah satu pesanten besar di Pamekasan.

Mengetahui keberadaan logo partai terlarang itu, sejumlah tokoh masyarakat dan aparat keamanan, baik kepolisian dan TNI menghapus dengan menggunakan cat berwarna hitam.

Sekretaris Takmir Masjid Al-Iklas, Agus Mulyono mengatakan, ia terkejut ketika setelah mendapatkan laporan warga yang mengatakan adanya lambang palu arit di tempat wuduk masjid tersebut.

Ia menduga lambang palu Arit tersebut sengaja dipasang oleh orang yang tidak bertanggung jawab, karena hasil gambar yang dicat sangat rapi seperti ada cetakaanya.

“Kami menduga ini sengaja dipasang oleh orang yang punya tujuan tidak baik. Sepertinya sudah disipakan sebelumnya, karena lambang itu seperti gambar ada cetakannya,” katanya kepada wartawan.

Sementara itu, Kapolsek Proppo AKP Ali Akbar menilai, adanya logo palu arit tersebut dilakukan oleh orang iseng dan hingga saat belum diketahui pelakunya. Tetapi pihaknya akan menyelidiki peristiwa itu hingga tuntas.“Itu kerjaan orang iseng,” terangnya.

Penulis : Arif
Editor : Ahmadi

Tinggalkan Balasan