Sampang, 18/1 (Media Madura) – Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah menanggapi serius pernyataan keterlibatan Camat Kota Sampang Suryanto setelah ada ‘nyanyian’ dari tersangka Ahmad Junaidi dalam kasus dugaan korupsi penyelewengan ADD dan DD.

Imam berpendapat keterangan Camat Kedungdung Ahmad Junaidi melalui kuasa hukum Sujianto itu sudah menjadi dasar bukti kuat keterlibatan Suryanto yang diduga sebagai koordinator camat (Korcam). Mengingat, carut-marutnya pengawasan realisasi atau pencairan ADD dan DD tersebut. Sehingga muncul bagian nama-nama aktor penyelewengan kasus itu secara terstruktural.

“Seperti itu saya kira tidak ada burung yang berkicau tanpa ada dasar, atau kata lain tidak ada asap tanpa api,” terangnya kepada media, Rabu (18/1/2017).

Dengan kejadian itu, lanjut Imam, tentu kinerja pengawasan pemerintah daerah dipertanyakan. Pasca terjadinya peristiwa OTT Tim Saber Pungli Polda Jatim beberapa waktu lalu. Meski padahal, selama ini sudah ada pendamping desa yang direcrut untuk mengawasi pengelolaan dana tersebut.

“OTT itu terjadi tidak instan pasti sudah diselediki polisi sejak awal, ini pencurian terstruktur yang tidak dibuat secara legal,” tegasnya.

Untuk itu, ia selalu berpesan agar pemerintah bisa mengelola penggunaan keuangan baik sesaat pengesahan APBD, terutama ADD dan DD semaksimal mungkin agar benar bermanfaat terhadap masyarakat desa. Dengan demikian akan selaras dengan output yang diharapkan yakni asas dan manfaatnya sesuai aturan yang ada.

Diberitakan sebelumnya, Camat Kedungdung Ahmad Junaidi melalui kuasa hukumnya Sujianto, mengungkapkan keterlibatan Camat Kota Suryanto sangat viral dalam dugaan pemotongan ADD dan DD. Pemotongan itu sebesar 7,5 persen masing-masing pihak kecamatan menerima 4 persen. Sedangkan sisanya 3,5 persen masuk di Camat Kota.

Dari ‘nyanyian’ Ahmad Junaidi tersebut Polda Jatim yang menangani kasus itu mulai menyelidiki keterlibatan Suryanto.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan