Sumenep,  16/1 (Media Madura)  – Dinas Kesehatan (Dinkes)  Kabupaten Sumenep,  Madura,  Jawa Timur saat ini masih menempatkan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sebagai ancaman bagi masyarakat. 

Pasalnya, berdasarkan data Dinkes, sejak awal Januari hingga Desember 2016, ada 1079 warga yang terserang DBD, dan enam diantaranya meninggal dunia.

“DBD Ini menjadi perhatian khusus bagi kami, jadi di tahun 2017 Dinas Kesehatan akan terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka penderita DBD di Sumenep,” ujar Kadinkes Sumenep, A Fathoni.

Dia menerangkan, kawasan tertinggi mewabahnya DBD ini tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kota, Ambunten dan Kecamatan Kalianget.

“Dengan Kecamatan kota sebagai penyumbang pasien penyakit ini,” paparnya. 

Yang unik,  lanjut Fatoni, angka penderita DBD di Kepulauan cenderung mengalami penurunan, seperti di Kecamatan Arjasa, Nunggunong masing-masing hanya satu pasien, dan kecamatan Gayam hanya dua pasien selama tahun 2016.

Untuk itu, kedepannya pihaknya akan semakin gencar dalam melakukan sosialisasi dan fogging. Namun demikian, dia juga meminta kepada masyarakat agar ikut berpartisipasi dengan menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

“Penyebab timbulnya penyakit ini, menurut penelitian dimulai dari genangan air yang dijadikan sarang nyamuk Aedes Aegypti. Oleh sebab itu masyarakat harus selalu memperhatikan kebersihan lingkungan, agar tetap sehat,” tandasnya.

Penulis: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan