Ketua Karang Taruna Kabupaten Pamekasan Apresiasi Pemuda Teja Barat Produksi Tempe Lokal

Must read

- Advertisement -

Pamekasan, (Media Madura) – Ketua Karang Taruna Kabupaten Pamekasan, Moh. Faridi, memberikan apresiasi kepada pemuda Desa Teja Barat yang berhasil mengembangkan usaha produksi tempe lokal sebagai bentuk kemandirian ekonomi organisasi kepemudaan.

Menurut Faridi, langkah yang dilakukan Karang Taruna Desa Teja Barat membuktikan bahwa organisasi kepemudaan tidak hanya identik dengan kegiatan seremonial atau lomba peringatan HUT Kemerdekaan, tetapi juga mampu menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami sangat bangga. Ini adalah bentuk aktualisasi nyata yang visioner,” katanya Faridi, Senin (8/6/2026).

Inovasi tersebut digagas oleh Karang Taruna Desa Teja Barat, Kecamatan Pamekasan. Berbekal modal swadaya dan peralatan produksi sederhana, para pemuda setempat memulai usaha pembuatan tempe dari nol.

Ketua Karang Taruna Desa Teja Barat, Dwi Ari Oktaufikur Rachman, mengatakan usaha itu lahir dari keinginan membantu masyarakat memperoleh sumber protein dengan harga terjangkau.

“Kami ingin memberikan solusi pemenuhan gizi masyarakat melalui protein nabati yang murah dan mudah dijangkau, yaitu tempe. Apalagi bahan bakunya melimpah langsung dari petani lokal,” katanya.

Usaha yang baru berjalan sekitar dua bulan tersebut diawali dengan proses belajar dan berbagai uji coba produksi. Para pemuda juga belajar langsung dari salah satu anggota yang keluarganya telah lama mengelola industri rumahan tahu dan tempe.

Produk pertama bahkan dibagikan secara gratis kepada warga sekitar sebagai uji pasar. Setelah mendapatkan respons positif, mereka mulai memasarkannya ke sejumlah warung makan di sekitar desa.

“Awalnya kami hanya mengolah 4 kilogram kedelai, sekarang sudah naik menjadi 6 kilogram. Konsumen pertama kami adalah warung-warung nasi di sekitar desa,” jelas Dwi Ari.

Faridi yang juga menjabat Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan menegaskan, Karang Taruna Kabupaten siap mendukung pengembangan usaha tersebut. Dukungan itu meliputi pendampingan distribusi pemasaran hingga menjembatani akses bantuan peralatan produksi yang lebih modern.

Ia berharap program produksi tempe yang dijalankan pemuda Teja Barat dapat menjadi contoh bagi Karang Taruna desa lain di Kabupaten Pamekasan.

“Inovasi ini harus menjadi pilot project bagi Karang Taruna desa lain di Pamekasan. Saatnya pemuda bergerak dan berdaya bersama,” pungkasnya. (Znl/Arif)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article