Bangkalan, (Media Madura) – Kalangan ibu rumah tangga di Kabupaten Bangkalan ngeluh. Katanya, harga ayam naik. Dalam sepekan terakhir harga bahkan naik tiga kali. Semula 9000, lalu 10000 dan kini 11.000 ukuran seperempat kilogram.
“Berarti satu kilonya 44 ribu, biasanya 35 ribu,” kata Halimah, ibu rumah tangga di Kecamatan Socah, Senin, 15 Januari 2018.
Bagi Halimah kenaikan itu memberatkan belanja dapur karena sebelumnya harga beras juga naik.
Meski mahal, Halimah tetap membeli karena lauk ayam kesukaan kedua anaknya. Menu ayam ia suguhkan setidaknya dua kali dalam sepekan.
“Kemarin harga beras naik, sekarang ayam ikutan naik,” ujar dia.
Benarkah harga ayam naik? Saya menemui suplier ayam potong di Bangkalan milik Ajis Heriyanto. Ini salah satu suplier besar di Bangkalan, sehari menghabiskan rata-rata 2000 ekor ayam.
“Iya naik, sejak sebulan terakhir,” kata dia.
Kata Ajis, harga naik karena stok ayam siap potong di peternak menipis. Contohnya Minggu kemarin, stok ayam di peternak langganannya mulai dari Gresik, Mojokerto hingga Tuban kosong.
“Saya terpaksa mendatangkan ayam dari Banyuwangi,” ujar dia.
Menurut peternak, lanjut Ajis, stok menipis diduga dampak cuaca ekstrem dalam dua bulan terakhir antara Desember 2017 hingga Januari 2018.
Cuaca ekstrem itu memengaruhi pertumbuhan bobot ayam. Normalnya, saat panen tiap 35 hari, bobot normal 2 kilogram. Namun sekarang rata-rata bobot ayam antara 1,2 hingga 1,7 kilogram.
“Harga ayam hidup antara 28 hingga 30 ribu, kalau ayam bersih berkisar antara 38 hingga 40 ribu perekor,” terang dia.
Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif


