Surabaya, (Media Madura) – Searah terus berkomitmen menjaga keandalan produksi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional serta mendorong kontribusi ekonomi maupun sosial bagi daerah. Upaya ini memperkuat keberlanjutan operasi hulu Migas di Jawa Timur.
Komitmen pengembangan aset tersebut disampaikan melalui kegiatan Media Engagement bersama hampir 50 perwakilan media regional Jawa Timur dan media lokal Kabupaten Sampang, di Surabaya, Rabu (4/10/2026).
Searah merupakan perusahaan patungan (Joint Venture) antara PETRONAS dan Eni, dengan porsi kepemilikan seimbang 50:50 yang berdiri sejak 1 Juni 2026.
Perusahaan tersebut siap menggrebak industri hulu Migas Asia Tenggara dengan target investasi jangka panjang yang fantastis, yakni lebih dari US$20 miliar dalam lima tahun ke depan.
Searah kini mengkonsolidasikan portofolio besar berupa aset hulu migas strategis dalam mendukung kebutuhan energi nasional.
Senior Manager Strategic & Business Planning sekaligus Pimpinan Komunikasi Perusahaan (Corporate Communications) Searah, Nabil Aswad M. Hatta, memaparkan arah strategis perusahaan yang berfokus pada pengembangan gas dan LNG.
”Dengan pengalaman dan fondasi operasional yang telah terbangun, kami berkomitmen menjaga keandalan operasi, mengoptimalkan potensi aset, serta mendukung ketahanan energi melalui pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab,” ujar Nabil kepada media.
Dukungan dan koordinasi SKK Migas menjadi bagian penting dalam proses transisi PCK2L ke Searah.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa, Febrian Ihsan, menyoroti pentingnya keberlanjutan investasi dan pengembangan lapangan dalam mendukung ketahanan energi nasional serta mendorong kontribusi ekonomi dan sosial bagi daerah.
“Kehadiran Searah menjadi bagian dari perkembangan industri hulu migas di Jawa Timur. Keberlanjutan investasi dan pengembangan lapangan perlu didukung koordinasi yang baik antara perusahaan, SKK Migas, pemerintah daerah, masyarakat, dan media agar kegiatan operasi berjalan aman dan bertanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi wilayah sekitar,” terang Febrian.
Di wilayah Jawa Timur, Searah Ketapang II Ltd. mengelola Wilayah Kerja Ketapang dan North Ketapang, yang mencangkup produksi, pengembangan lapangan, serta eksplorasi.
Salah satu aset strategisnya adalah Lapangan Bukit Tua di Wilayah Kerja Ketapang yang telah berproduksi sejak 2015 telah menjadi bagian dari pasokan energi bagi Jawa Timur selama lebih dari satu dekade. Optimalisasi potensi lapangan ini terus dilakukan melalui pengeboran sumur NZ3 yang dimulai pada September 2026. Produksi gas dari sumur tersebut juga ditargetkan dapat dimulai tahun ini.
Di wilayah kerja yang sama, pengembangan Lapangan Bukit Panjang menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya gas. Proyek ini telah memperoleh persetujuan Keputusan Investasi Akhir (Final Investment Decision/FID) pada April 2026. Tahap berikutnya ditandai dengan seremoni pemotongan baja pertama pada Juni 2026 sebagai awal fabrikasi fasilitas produksi.
Saat ini, pekerjaan rekayasa, pengadaan, konstruksi, instalasi, dan komisioning (EPCIC) masih berlangsung. Proyek tersebut ditargetkan menghasilkan produksi perdana pada 2028, dengan perkiraan puncak produksi mencapai 50 juta MMSCFD atau standar kaki kubik gas per hari.
Sementara itu, kegiatan eksplorasi di WK North Ketapang juga membuka peluang pengembangan sumber daya migas baru. Penemuan hidrokarbon melalui pengeboran sumur Barokah-1 pada Februari 2026 memperkuat pemahaman perusahaan terhadap potensi Cekungan Madura Utara. Temuan tersebut sekaligus menjadi dasar evaluasi lebih lanjut terhadap peluang pengembangan sumber daya di kawasan tersebut.
Tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis dan aset migas, Searah Ketapang II Ltd. juga melanjutkan program pengembangan masyarakat yang mencakup bidang pendidikan, pelestarian lingkungan, dan diversifikasi ekonomi. Program tersebut dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta dilaksanakan melalui koordinasi bersama pemerintah daerah, SKK Migas, dan pemangku kepentingan setempat.
Pimpinan Stakeholder Relations Searah Ketapang II Ltd., Fery Sarjana, menegaskan bahwa keberlanjutan operasi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah kerja.
”Keberlanjutan operasi berjalan seiring dengan tanggung jawab kepada masyarakat di sekitar wilayah kerja. Kami berkomitmen menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan setempat dan ketentuan yang berlaku serta memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan,” jelas Fery.
Seiring perkembangan proyek dan kegiatan operasional, perusahaan juga akan memperkuat komunikasi serta sosialisasi kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman publik mengenai aktivitas hulu migas, termasuk perkembangan proyek dan manfaatnya bagi wilayah sekitar.
Melalui optimalisasi aset, pengembangan lapangan, eksplorasi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, Searah Ketapang II Ltd. berupaya menjaga kesinambungan operasi hulu migas. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung ketahanan energi dan pembangunan ekonomi Jawa Timur. (Ryan Hariyanto/
Searah Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional Terutama Kontribusi Daerah
- Advertisement -


