Sampang, (Media Madura) – Integritas dan profesionalisme panitia penyelenggara pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mulai diragukan.
Banyak warga berspekulasi penyelenggara pemilu tidak netral. Sehingga masyarakat pesimis ajang kontestasi politik lima tahunan itu berlangsung demokrasi bahkan diprediksi terburuk sepanjang sejarah.
“Saya yakin seyakin-yakinnya, integritas penyelenggara akan tercoreng bilamana tak netral, bisa saja terjadi konflik perpecahan masyarakat yang menimbulkan kericuhan,” ucap Zhaenal Abidin Aktivis Sampang, Selasa (22/10/2024).
Keraguan ini muncul usai pesan suara (Voice Note) viral di sejumlah gruop WhatsApp yang diduga mirip suara H Mustofa Ali, mantan Kepala Desa Jrengoan Kecamatan Omben.
Rekaman suara menyebut bahwa dari 548 Panitia Pemungutan Suara (PPS) tersebar se Kabupaten Sampang, 333 orang diantaranya memihak kepada pasangan calon sebutan Jimad (H Slamet Junaidi dan H Ahmad Mahfud).
Menurut Zhaenal, aktivis asal Camplong ini menuturkan, rekaman pesan suara yang mengklaim penyelenggara pemilu berpihak ke salah satu paslon Pilkada Sampang membuat warga resah. Sebab, masyarakat berkeinginan netralitas penyelenggara sebagai ujung tombak mengawal pemilihan kepala daerah yang demokratis.
“Hindari polemik, penyelenggara pemilu harus mempunyai karakteristik netral independen dan profesional pada pelaksanaan Pilkada Sampang,” pintanya.
Menanggapi itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang Aliyanto memastikan, penyelenggara pemilu mulai tingkat kabupaten sampai desa, diantaranya Komisioner KPU, PPK, PPS, sampai KPPS tetap bersikap netral. Masyarakat wajib disarankan melapor bila menemukan kecurigaan keterlibatan penyelenggara tidak netral.
“Kami tidak akan berafiliasi dengan paslon manapun, jika ada keterlibatan silahkan laporkan ke KPU Sampang, Bawaslu maupun DKPP, kami siap tegas melaksanakan amanah ini,” tegas Aliyanto kepada Media Madura.
Terkait pesan suara viral, Aliyanto menjelaskan, jumlah PPS sebanyak 558 orang tersebar di 180 desa dan 6 kelurahan di 14 Kecamatan se Kabupaten Sampang.
“Voice itu memang tidak menyebut lembaga kami, silahkan tanya pada yang bersangkutan kebenaran dan kepastiannya,” ujarnya.
Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas, dan SDM KPU Sampang Suhariyanto mengungkapkan, semua penyelenggara pemilu di Sampang dipastikan netral karena melewati proses seleksi yang ketat.
“Dari hasil seleksi itu kita sudah bisa menentukan mana yang tidak netral, kami sudah melaksanakan proses seleksi sesuai prosedur dan aturan sehingga integritas penyelenggara betul-betul diutamakan,” tuturnya.
“Berkaitan dengan oknum yang mengklaim itu diluar kewenangan dan koordinasi kita,” imbuhnya.
Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol


