21.4 C
Madura
Rabu, Mei 22, 2024

Korupsi BLT DD Rp 359 Juta, Mantan Kades Ini Ditahan

Must read

- Advertisement -
Redaksi
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Sampang, (Media Madura) – Kejaksaan Negeri Sampang, Madura, Jawa Timur, melakukan penahanan terhadap AM, mantan Kepala Desa (Kades) Baruh, Kota Sampang, karena diduga melakukan tindak pidana korupsi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2021.

Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Budi Hartono, melalui Kasi Intel Ach Wahyudi membenarkan penahanan tersebut. Ia ditahan pada Senin (11/9/2023) kemarin setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik.

“Ya benar, AM ditahan setelah dilakukan pemeriksaan,” ucap Wahyudi ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/9/20203).

Wahyudi mengatakan, peran tersangka AM dalam penyaluran BLT DD di Desa Baruh sebagai penanggungjawab. Perbuatannya ini merugikan negara sebesar Rp 359,500 juta.

“Tersangka menyalahgunakan kewenangan sebagai penanggungjawab dalam penyaluran BLT DD tahun 2021,” ujarnya.

Menurutnya, tersangka AM mangkir saat dipanggil oleh penyidik terkait kepentingan penyidikan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyaluran BLT DD di Desa Baruh, Kecamatan Kota Sampang, Kabupaten Sampang.

“Sempat mangkir satu kali, terus diperiksa menjadi saksi sudah dua kali, akhirnya kemarin gelar perkara ditetapkan tersangka,” kata Ach Wahyudi.

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dimulai pada tahun 2022, ditemukan adanya peristiwa pidana dugaan tindak pidana korupsi sehingga ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh Jaksa Penyidik. Kemudian telah dilakukan pemanggilan saksi sebanyak 100 orang lebih.

Setelah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti lainnya berupa dokumen pertanggungjawaban dan lainnya, diperoleh dua alat bukti yang cukup tentang peristiwa tindak pidana korupsi. Akhirnya, Jaksa Penyidik menetapkan AM selaku mantan Kades Baruh sebagai tersangka.

“Saksi yang diperiksa ini baik dari penerima bantuan dan pihak-pihak terkait,” terangnya.

Hingga saat ini tersangka AM menjadi tahanan penyidik Kejaksaan Negeri Sampang dititipkan di Rutan Kelas IIB Sampang selama 20 hari mulai 11 – 30 September 2023. 

“Saat ini jadi tahanan penyidik dan masih akan menjalani pemeriksaan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” jelasnya.

Tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) junto Pasal 3 junto Pasal 8 Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001.

“Ancaman pidananya maksimal 20 tahun,” tandasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Arif

- Advertisement -
spot_imgspot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article