22.2 C
Madura
Minggu, Juni 16, 2024

Sentra PKL Terbesar di Madura Diresmikan Bupati Pamekasan, Pedagang: Jualan di Area Terlarang Penuh Risiko

Must read

- Advertisement -
Redaksi
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Pamekasan, (Media Madura) – Para pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur tampak semringah karena mendapatkan fasilitas gratis dari pemerintah setempat.

Fasilitas tersebut berupa dua sentra PKL yang dibangun di dua lokasi berbeda. Kedua sentra tersebut pun sudah diresmikan oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.

Pertama, Mas Tamam, sapaan akrab Bupati Pamekasan, meresmikan sentra PKL yang dibangun di atas lahan eks RSUD Pamekasan di Jalan Kesehatan. Kedua, sentra PKL dibangun megah di Jalan Dirgahayu.

Menurut Mas Tamam, dengan adanya sentra PKL ini, para PKL yang sebelumnya memadati area-area terlarang di atas trotoar kini bisa memanfaatkan fasilitas gratis yang dibangun pemerintah.

Sebab, sentra PKL yang merupakan  terbesar satu-satunya di Madura itu dapat menampung ratusan PKL yang ada di Bumi Gerbang Salam.

Mas Tamam merinci, Sentra PKL yang dibangun di Jalan Kesehatan memiliki daya tampung sebanyak 180 pedagang, sementara Sentra PKL di Jalan Dirgahayu dapat menampung 60 pedagang.

Mas Tamam mengungkapkan, selain menjadikan para PKL tertib, pihaknya juga ingin memberikan rasa aman bagi seluruh PKL di wilayah itu.

“Kami mau menjadikan tempat ini sebagai tempat kesejahteraan bagi seluruh masyarakat yang berdagang di pinggir jalan, biar semakin aman, dan semakin tertib,” katanya, Minggu (22/1/2023).

Mas Tamam melanjutkan, demi memberikan rasa aman bagi PKL, pihaknya berencana melibatkan TNI-Polri dan Dishub setempat.

“Kami juga akan mendampingi dan memastikan bahwa makanan yang dimasak atau diolah standar kesehatan,” ujar mantan anggota DPRD Jawa Timur itu.

Pantauan di lapangan, Mas Tamam menyapa para PKL di wilayah itu. Rasa semringah sangat tampak dari wajah para PKL. Mereka merasa bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Bupati Mas Tamam.

Toha, Ketua Paguyuban PKL Pamekasan, mengaku dengan adanya Food Colony, PKL yang bertahun-tahun mangkal di area terlarang kini sudah bisa berjualan dengan nyaman.

PKL saat ini, menurutnya, untuk berjualan tidak lagi main kucing-kucingan dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Dia menyebut, berjualan di area terlarang penuh risiko.

“Ini sebuah penghormatan kepada para PKL, paling tidak kami statusnya naik lagi dari pedagang menjadi food colony. Ini fasilitas yang sangat layak sekali,” ucapnya. (Zainol/Arif).

- Advertisement -
spot_imgspot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article