Selasa, September 27, 2022

Anggota DPRD Sampang Ini Bantah Tudingan Aniaya Anggota LSM

Must read

- Advertisement -
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Sampang, (Media Madura) – Seorang anggota LSM di Sampang, Madura, Jawa Timur, Maskur diduga dianiaya oleh salah satu anggota DPRD berinisial IN.

Peristiwa penganiayaan terjadi pada Selasa (9/8/2022) kemarin pukul 13.00 WIB, di sebuah warung kopi di Dusun Bengseketeng, Desa Panggung, Kecamatan Kota Sampang.

Penganiayaan ini bermula ketika korban bersama temannya berprofesi wartawan yakni Johan Nirwanto hendak mengklarifikasi pekerjaan proyek di Desa Baruh.

Saat itu korban bersama anggota DPRD tersebut sudah janjian bertemu di lokasi kejadian. Tiba-tiba IN datang bersama lima orang temannya menghampiri korban.

“Mereka datang bersama rombongannya menggunakan dua mobil dan menanyakan ke saya maunya gimana kamu dengan bahasa Madura, seketika itu langsung dipukul saya dibagian kepala dan hidung, sampai ditantang carok juga,” ucap Maskur ditemui di ruang inap RSUD dr Mohammad Zyn Sampang, Selasa.

Menurut Johan Nirwanto saat berada di lokasi, ia langsung tersungkur setelah dianiaya kelima orang itu. Diantaranya IN, oknum Sekertaris Desa (Sekdes) Pangelen inisial C, dan tiga orang lain yang tidak dikenal.

“Saya sempat melerai setelah dipukul itu karena melihat Maskur keluar darah dari hidungnya, salah satu dari mereka juga melarang saya supaya tidak ikut campur, saya juga ikut dihajar dibagian wajah, setelah itu langsung saya bawa ke rumah sakit,” ujar Johan.

Akibat kejadian ini korban mengalami patah tulang hidung dan mengalami pendarahan cukup serius. Korban juga dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kasus dugaan penganiayaan itu kini dilaporan ke Mapolres Sampang setelah korban melakukan visum.

Kanit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Sampang Aipda Soni Eko Wicaksono membenarkan pihaknya menerima laporan korban atas kasus dugaan tindak pidana penganiayaan.

Namun pihaknya belum bisa memastikan terkait motif penganiayaan karena masih dilakukan pemeriksaan. Nantinya hasil visum tersebut dijadikan alat bukti namun dirinya hingga kini belum menerima hasil visum dari rumah sakit.

“Masih kita dalami dan masih penyelidikan, korban nanti akan dimintai keterangan setelah melaporkan,” jelasnya.

Soni mengatakan, dalam kasus ini ada lima orang terlapor dan dua diantaranya berinisial IN, dan C. Meski begitu, dirinya belum memastikan salah satu terlapor merupakan anggota DPRD Sampang dan Sekdes.

“Kita tunggu hasil perkembangan penyelidikan,” tuturnya.

Terlapor Membantah Terlibat Pemukulan

Dituding melakukan pengeroyokan anggota DPRD yang diduga terlibat pemukulan hingga mengalami pendarahan dan patah tulang Iwan Efendi (IN) angkat bicara.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sampang ini membantah keras tudingan tersebut. Ia tidak merasa ikut memukuli korban karena dirinya sadar tindakan itu ialah tidak terpuji. Sebab, ia merupakan sosok pejabat publik.

“Mustahil dan saya tidak mungkin seceroboh itu, seorang anggota dewan melakukan tindakan itu yang bisa merugikan reputasi saya, jadi sangat konyol,” kata Iwan memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung DPRD Sampang, Rabu (10/8/2022).

Iwan menceritakan, dirinya datang ke lokasi kejadian menemui Maskur dan Johan Nirwanto  untuk memediasi karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak terkendali. Karena pertemuan itu direncanakan bertemu dengan Sholeh, orang yang dipercayai dirinya.

Ia mengakui sangat jengkel dengan Maskur. Ia langsung menanyakan maksud dan tujuan keduanya itu usai mengeluh atas pemberian uang sebesar Rp 50 ribu. Karena terlihat bersitegang, tanpa disadari tiba-tiba teman yang berada dibelakang dirinya memukul Maskur.

“Saya akui memang saya ada dilokasi, kejadian itu memang berlangsung sangat singkat dan saya kaget dibelakang ada yang mukul, gak tahu siapa, karena ini sudah ranah hukum tapi biarlah proses hukum yang berbicara nanti,” ungkapnya.

Kata Iwan, Maskur tak asing lagi dimata Iwan. Ia kenal akrab dengan Maskur bahkan terbiasa menjadi tim sukses pemenangan kontestasi politik dirinya termasuk rencana tahun 2024 mendatang.

Hanya saja dirinya risih karena Maskur sering bertamu ke rumahnya. Setiap bertemu, Iwan selalu memberikan uang Rp 100 ribu. Suatu waktu, Maskur kembali bertamu.

Berhubung tidak ketemu langsung dengan Iwan, orang kepercayaan Iwan yakni Sholeh menemui Maskur dan memberikan uang sebesar Rp 50 ribu.

“Sudah keseringan dia itu, mungkin karena tidak sesuai dengan keinginan Maskur justru uang yang dikasih itu difoto dan dikirim ke saya, apa gak kurang ajar, sengaja saya kasih segitu karena terlalu sering mas,” terang Iwan dihadapan wartawan. (Ryn/Arf)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest article