Senin, Februari 6, 2023

Perangkat Desa Protes Tolak Pengisian Pj Kades Olor

Must read

- Advertisement -
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Sampang, (Media Madura) – Sejumlah warga beserta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Olor, terlihat bersitegang di kantor Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Senin (27/12/2021) siang.

Mereka protes menolak tentang penunjukan Pj Kepala Desa (Kades) yang ditunjuk Bupati Sampang H Slamet Junaidi yakni Irwansyah karena bukan penduduk asli Desa Olor.

Nur Kholis, perwakilan warga Desa Olor mengatakan, penolakan ini merupakan hal wajar karena warga tak ingin wilayahnya dijabat oleh orang dari luar desa.

“Pak Irwansyah itu bukan warga asli Olor, dia domisili di Bangkalan hanya sebagai pegawai berstatus ASN di Kecamatan Banyuates, Sampang,” ucapnya.

Menurutnya, banyak warga Desa Olor yang menjadi ASN sehingga diyakini pantas dan memenuhi syarat menjadi Pj Kades. Warga khawatir, jika Pj dijabat orang luar desa dapat menimbulkan konflik maupun kegaduhan di kampung desa.

“Lalu siapa yang akan bertanggung jawab ketika ada permasalahan di desa saat malam hari,” tutur dia.

Kata Nur Kholis, penolakan Pj Kades Olor dituangkan dalam surat penolakan yang diberikan langsung kepada Camat Banyuates. Surat tersebut juga ditandai tangani oleh Ketua BPD Olor.

Sebelum menuju ke kantor kecamatan, warga bersama tokoh masyarakat dan BPD telah bermusyawarah perihal penolakan Pj Kades. Surat penolakan itu juga ditujukan kepada Bupati Sampang.

“Makanya kami sangat menyanyangkan proses penunjukan Pj tidak melibat warga dan menimbulkan konflik dibawah,” jelasnya.

Terpisah, Camat Banyuates Fajar Sidiq menegaskan, pihaknya tidak punya kewenangan untuk mengubah apa yang menjadi keputusan pimpinan dalam hal ini Bupati Sampang.

Meski begitu, pihaknya tetap akan menyampaikan persoalan yang terjadi atas aspirasi masyarakat kepada instansi terkait. Sebab, hal itu merupakan sebuah masukan untuk dijadikan pertimbangan dan bahan evaluasi.

“Setelah saya lihat surat penolakan ada yang kurang pas dari surat yang ditujukan kepada Pak Bupati, tapi sudah saya minta untuk direvisi,” singkatnya. (Ryan/Arif)

- Advertisement -
spot_imgspot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article