21.9 C
Madura
Kamis, Mei 23, 2024

Akademisi Sebut Capain Vaksin bukan Syarat Digelarnya Pilkades

Must read

- Advertisement -
Redaksi
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Pamekasan, (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Pamekasan telah memutuskan untuk menggelar Pilkades serentak pada bulan April mendatang. Tahapan Pilkades serentak ini sedianya setelah berlangsung pada bulan Agustus lalu, tetapi dihentikan akibat melonjaknya kasus penularan COVID-19.

Penundaan Pilkades serentak tersebut berdasarkan surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, dengan surat bernomor 270/5645/SC/2021 tentang Tindak Lanjut Pelaksanaan Pilkades serentak dan PAW pada masa pandemi COVID-19. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota di seluruh Indonesia.

Pascapenetapan pelaksaan Pilkades oleh Pemkab Pamekasan, bermunculan opini tentang syarat vaksinasi yang harus mencapai 70% agar Pilkades serentak bisa digelar.

Menanggapi hal itu, akademi yang juga praktisi hukum, Sapto Wahyono menguraikan, dalam aturan pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Pamekasan tidak ada aturan yang mewajibkan vaksin sebagai syarat.

“Secara regulasi Pilkades serentak ini memang sudah bisa digelar. Dalam aturannya tidak ada anasir terkait capaian vaksin,” kata pria yang juga dosen di Universitas Madura ini. Rabu (15/12/21) pagi.

Sebelumnya, Sekretaris daerah Kabupaten Pamekasan Totok Hartono saat mengumumkan kelanjutan pelaksanaan Pilkades di Pendopo Ronggosukowati, sempat menyinggung soal vaksin.

Totok khawatir, jika capaian vaksin belum tuntas setidaknya mencapai angka 70 persen maka Pilkades serentak akan terjadi lagi penularan COVID-19.

“Di tengah situasi seperti ini harapannya tetap vaksin sesuai dengan edaran Mendageri, ikut membantu mendorong percepatan capain vaksin ini, biar tidak terjadi klaster baru (COVID-19) dalam Pilkades serentak,” katanya.

Totok juga berharap agar pemerintah dan rakyat tetap bersatu khususnya dalam mensukseskan penyelenggaraan Pilkades serentak tersebut sesuai dengan target yang telah ditetapkan bersama.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Achmad Marsuki mengatakan, capaian vaksinasi di Kabupaten Pamekasan memang masih di angka 32 persen.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan dr. Nanang Suyanto, memaparkan data terbaru capaian vaksin di wilayah itu pertanggal 14 Desember 2021. Untuk Dosis pertama masih 32.91 persen, dosis kedua 17.15 persen.

“Untuk lansia dosis pertama masih 16,60 persen, dosis kedua 7,32 persen. Dan untuk tenaga kesehatan (Nakes) mencapai angka 74,41 persen,” katanya.(Arif/Ist)

- Advertisement -
spot_imgspot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article