Foto Pelukan Bupati Pamekasan untuk Kades Ini Viral

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat memeluk erat Kepala Desa Bungbaruh Ahmad Fauzi. Foto : Instagram @rabaddruttamam
Advertisement

Pamekasan, (Media Madura) – Sudah jamak jika tugas menjadi seorang kepala desa sangatlah berat, sebab para kepala desa menjadi ujung tombak pembangunan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat di desanya. Segala urusan warga pastilah kepala desa yang menjadi tempat curahannya.

Pada Rabu (07/10/21) beredar foto Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang memeluk seorang kepala desa mendadak viral. Rupanya kepala desa yang dipeluk itu adalah Kepala Desa Bungbaruh, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Ahmad Fauzi.

Foto tersebut dibagikan diberbagai media sosial, warganet banyak yang memberikan komentar, sebab memang Baddrut Tamam yang belakangan mulai dipanggil Mas Tamam tidak pernah tertangkap kamera memeluk pejabat manapun dengan sangat erat.

Komentar warganet tentu sangat beragam, mulai yang positif hingga yang negatif. Begitulah warganet yang selalu maha benar dengan segala komentarnya.

Pengamat komunikasi politik Moh Zuhdi mengatakan, setiap gerak dan tindakan kepala daerah tentu bisa dimaknai dalam hal komunikasi politik.

“Kalau melihat sepintas pada gambar itu, apapun yang dilakukan oleh pak bupati itu bisa masuk pada kategori panggung komunikasi politik.  Ada semacam penyampaian pesan kepada kades itu,” kata pria yang juga menjabat sebagai Kaprodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Madura ini.

Dikatakan, tindakan bupati yang dengan erat memeluk seorang kepala desa merupakan tindakan yang jarang sekali terlihat di ruang publik.

“Dan kenapa tiba-tiba ada sesuatu yang berbeda dari kebiasaan pak bupati ketika bertemu atau menyapa masyarakat, sekalipun orangnya itu adalah salah satu pejabat,” paparnya.

Zuhdi menegaskan bahwa ada pesan yang disampaikan kepada kades tersebut dan juga para kades lainnya termasuk kepada masyarakat luas.

“Nah! Menurut bacaan saya melihat gambar tersebut. Itu sebuah ekspresi Pak bupati dalam menunjukkan sikap ke negarawan dia sebagai pemimpin. Ingin menunjukkan kedekatannya pada kades, masyarakat dan tentu media yang tengah meliput,” urainya.

Terkait pro kontra dan komentar masyarakat tentang pelukan hangat tersebut terjadi bukan dengan setingan, tetapi sangat situasional.

“Menurut saya itu konteksnya pada situasional. Dan itu pasti akan ada yang membully ya, pro kontra terkait sikap pak bupati. Kenapa harus meluk kades, itu hanya untuk melambangkan sesuatu yang katakanlah dekat rakyat . Nah ketika simbol itu dipersepsikan secara politik akan ada persepsi yang berbeda dari orang yang pro dan kontra. Itu intinya,” ulasnya.

Tetapi, kata dia, persepsi yang muncul akan berdasarkan kepentingan masing-masing orang yang menberikan komentar.

“Persepsi itu bisa sama bila kepentingannya sama. Tapi kalau kepentingannya beda bisa beda juga,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dalam postingan foto tersebut di akun Instagramnya @rabaddruttamam menuliskan keterangan tentang kebahagiaan dan rasa harunya karena program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terlaksana dengan baik atas kerja sama dengan semua pihak.

Berikut tulisan lengkap dalam keterangan foto tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini saya bersama rombongan mengunjungi warga penerima bantuan stimulan rumah tidak layak huni (RTLH). Dengan mengendarai sepeda motor, kami berangkat dari pendopo menuju tiga desa di tiga kecamatan. Yakni, di Desa Teja Timur, Kecamatan Kota Pamekasan; Desa Bungbaruh, Kecamatan Kadur; dan Desa Klompang Barat, Kecamatan Pakong.

Yang membuat saya terharu, rumah yang dibangun rata-rata sangat bagus. Sebab disamping dapat stimulan, ternyata ada tambahan swadaya dari kerabat dan masyarakat sekitar. Mereka gotong royong, baik membantu material atau pun tenaga.

Saya juga melihat raut kebahagiaan dari para penerima. Mereka bersyukur karena sudah memiliki tempat tinggal yang lebih layak dibanding dengan sebelumnya.

Saya doakan semoga rumah baru yang sudah (atau proses) dibangun bisa menjadi tempat terbaik, menjadi rumah surga “baiti jannati” bagi para penghuninya. Kelak dari rumah tersebut juga semoga lahir generasi hebat.

Sukses pembangunan RTLH ini tentu berkat kerjasama semua pihak. Mulai dari pemerintah kabupaten, dinas terkait, pemerintah kecamatan, pemerintah desa (khususnya kades), serta masyarakat yang telah bergotong royong, jungrojung sataretanan.
#desakumakmur #pamekasanhebat #rtlh #bupatipamekasan #mastamam #baddruttamam.(Arf/Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here