Senin, Februari 6, 2023

Catat, PNS Jadi Pj Tanpa Gaji dan Tak Boleh Ikatan Hubungan Segaris

Must read

- Advertisement -
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Sampang, (Media Madura) – Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Sampang yang akan ditunjuk mengisi sistem pemerintahan desa sebagai Penjabat (Pj) Kades dipastikan tidak bisa menerima gaji alias penghasilan tetap (Siltap).

Pernyataan ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Bina Pemerintah Desa DPMD Sampang Irham Nurdayanto saat audensi yang dilakukan aktivis Jaka Jatim, Madura Development Watch (MDW), dan Gabungan Mahasiswa Sampang (Gamasa).

Irham mengatakan, secara umum Pj Kades mempunyai hak kewajiban dan tanggungjawab yang sama dengan kades definitif.

Namun tidak bisa mendapatkan hak mengenai penghasilan tetap. Sebab, Pj Kades yang berasal dari PNS sudah mendapat gaji dari aparatur negara.

“Pj Kades tidak boleh menerima Siltap kepala desa, dia sudah nerima gaji setiap bulannya,” ucap Irham didampingi Plt Kepala DPMD Kabupaten Sampang Chalilurrahman, Rabu (3/8/2021).

Pengangkatan Pj Kades ini untuk mengisi sistem pemerintahan desa selama pelaksanaan Pilkades serentak yang akan digelar pada tahun 2025 mendatang.

Irham menegaskan, pengangkatan Pj Kades tak boleh memiliki ikatan hubungan segaris dengan kades sebelumnya. Aturan ini juga berlaku untuk seluruh perangkat desa.

Ikatan hubungan segaris itu terdiri dari kakek, nenek, ayah, ibu, anak, dan kesampingnya seperti saudara-saudari kandung. Hal ini sesuai Perbup Nomor 33 tahun 2016 tentang pemerintah desa.

“Aturan ini hanya ada di Sampang, kami tidak ingin kepala desa dan perangkatnya membangun koloni keluarga,” jelas Irham.

“Jadi, kades sebelumnya maupun perangkatnya tidak boleh ada ikatan keluarga termasuk nanti yang ditunjuk Pj,” imbuhnya.

Bila terbukti saat ini struktural perangkat desa di Sampang dijabat secara koloni keluarga, maka pihaknya menyarankan agar secepatnya dirubah dan diberhentikan.

“Harus diberhentikan mas, karena aturannya begitu, kalau terbukti ada ikatan hubungan segaris berarti ini tidak memenuhi syarat (TMS),” terangnya. (Ryan/Arf)

- Advertisement -
spot_imgspot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article