1 Ekor Paus Dagingnya Dipotong Warga, Gigi Sirip Daging Hilang

Anggota TNI menemukan bagian tubuh bangkai paus yang dipotong-potong warga. Paus ini terdampar di pantai Patereman, Kecamatan Modong, Bangkalan, Sabtu (20/2/2021) pukul 10.00 WIB. (Ryan/MM).
Advertisement

Bangkalan, (Media Madura) – Satu dari puluhan ekor paus yang terdampar di bibir Pantai Patereman, Kecamatan Modong, Kabupaten Bangkalan, ditemukan dalam kondisi terpotong-potong oleh warga, Sabtu (20/2/2021) siang.

Sebagian tubuh paus hanya tersisa tulang yang berserakan di pinggir pantai. Namun bagian sirip atas, daging, ekor, dan gigi sudah hilang.

Bangkai paus sepanjang 2 meter itu ditemukan terpisah berjarak 3 kilometer sebelah timur dari lokasi terdampar, tepatnya di perairan Dusun Labeng, Desa Noreh, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang.

“Kejadian pemotongan bagian tubuh paus ini kedua kalinya, pertama ada warga yang sempat mengambi di lokasi terdampar tapi sudah dikembalikan dan kedua disini dalam kondisi sudah terpotong-potong,” tutur Kabid KSDA Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Jawa Timur RM Wiwied Widodo, Sabtu (20/2/2021).

Anggota TNI menemukan bagian tubuh bangkai paus yang dipotong-potong warga. Paus ini terdampar di pantai Patereman, Kecamatan Modong, Bangkalan, Sabtu (20/2/2021) pukul 10.00 WIB. (Ryan/MM).

Wiwied mengatakan, entah alasan apa warga memotong dan mengambil daging paus maupun bagian tubuh lainnya. Padahal tidak ada nilai rupiah atau yang bisa menguntungkan dari tindakan itu.

“Kemungkinan warga ingin mengabadikan kejadian langka tersebut dengan mengambil bagian tubuh paus,” katanya.

Kata Wiwied, pemotongan daging paus yang sudah mati maupun masih hidup dilarang oleh undang-undang. Untuk itu, dirinya menghimbau warga agar tidak melakukan hal tersebut karena paus termasuk hewan dilindungi.

“Siapapun yang memotong dan mengambil daging paus sudah pasti melanggar hukum, jadi dengan sengaja menyimpan memiliki bisa dipidana 5 tahun penjara,” tutur dia.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.