Lalai Tangani Infrastruktur Sungai, Warga Pamekasan Akan Tuntut Pemkab

Seorang nenek-nenek terlihat mengamankan diri dari genangan Banjir Pamekasan. (Doc/MM)

Pamekasan, (Media Madura) – Aktivis pemerhati lingkungan, di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur akan menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat karena dinilai lalai menangani infrastruktur sungai.

Koordinator Sungai Watch Pamekasan (SWP) Moh Jatim mengatakan, warga sekitar Kelurahan Patemon, Gladak Anyar dan Kelurahan Jungcangcang yang menjadi korban banjir besar pada Februari 2020 bersepakat akan melaporkan Pemkab.

“Sebenarnya kami sudah dua kali sejak Juli lalu sudah berkirim surat kepada Pemkab untuk melakukan penanganan sungai. Utamanya, agar terdapat alokasi anggaran pengerukan sungai yang sindeminsinya naik sebagai upaya mengurangi luapan air sungai, namun sampai saat ini belum ada kabar,” katanya dalam rilisnya, Senin (14/12/2020).

Jatim menambahkan, hal-hal yang menjadi catatan SWP, pengelolaan sungai jauh dari upaya mengantisipasi terjadinya bencana. Postur anggaran APBD Pamekasan selama 3 tahun terakhir untuk pembangunan infrastruktur juga tidak mencerminkan antisipatif terhadap bencana alam yang biasa terjadi di Pamekasan.

“Dalam tiga tahun terakhir tidak ada anggaran untuk pengerukan sindemensi sungai. Sehingga ketinggian dasar sungai terus naik dan cenderung makin sempit,” tambahnya.

Penanganan sampah rumah tangga dari hulu hingga hilir sungai tidak responsif dan antisipatif terhadap bencana banjir. Bahkan ada kecenderungan sungai dijadikan sebagai tempat pembuangan akhir sampah. Dan penegakan akan perilaku ini cenderung diabaikan.

“Ada beberapa perilaku warga yang dibiarkan oleh pemerintah, dengan membangun lantai di atas aliran sungai-sungai kecil. Perilaku ini awalnya dibangun sebagai jembatan? Namun kemudian diperluas menjadi tempat parkir,” tuturnya.

Fakta-fakta itu dan beberapa temuannya sudah disusun sebagai bukti-bukti hukum, karena SWP bersama perwakilan warga merencanakan akan segera menuntut pemerintah Pamekasan melalui jalur pengadilan.

“Atas kelalaian dalam penanganan infrastruktur sungai dalam antisipasi bencana alam tahunan banjir hal itu yang akan kami laporkan,” tutup Jatim.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.