Oknum Sekdes Terlibat Kasus Penganiayaan Ternyata ASN Sampang

Sampang, (Media Madura) – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang menyikapi penangkapan mantan oknum Sekretaris Desa (Sekdes) asal warga Desa Patapan, Kecamatan Torjun, inisial F yang diamankan polisi Minggu (15/11) kemarin.

F terlibat kasus penganiayaan terhadap pasangan suami istri H Suhar dan Samuna, warga Desa Patapan.

“Kami sudah mendengar informasi penangkapan F,” ucap Plt Kepala BKPSDM Sampang Arif Lukman Hidayat, Senin (16/11/2020) siang.

Menurut Yoyok sapaan akrab Arif Lukman Hidayat menuturkan, bahwa status F ialah ASN di lingkungan Pemkab Sampang.

Saat ini, yang bersangkutan menjabat sebagai staf di bagian Administrasi Pemerintahan Kecamatan Karang Penang.

“Sebelumnya memang F bersinar di Kecamatan Torjun, tapi dimutasi ke Karang Penang pada bulan Agustus lalu pasca ada permasalahan ini,” jelasnya.

Kini, pihaknya menunggu informasi secara resmi dari Pemerintah Kecamatan Karang Penang terkait penangkapan stafnya.

“Kalau sudah ada laporan kita tindaklanjuti dan berkirim surat ke pak Bupati,” tuturnya.

Diketahui, Polsek Torjun menangkap F pada Minggu (15/11) sore kemarin atas kasus dugaan penganiayaan yang terjadi pada pertengahan bulan Agustus lalu.

Terduga pelaku sempat buron selama 2 bulan sebelum diamankan polisi. Pelaku sering berpindah tempat untuk menghindari kejaran petugas.

“Setelah kami mendapatkan informasi keberadaan pelaku bersama rekannya di Jalan Raya Desa Patapan, akhirnya memerintahkan anggota Polsek Torjun untuk menangkapnya dan dibawa ke Polres,” terang KBO Reskrim Polres Sampang Ipda Syafriwanto.

Korban menimpa H Suhar (57) dan Samuna (50). Belum diketahui pasti penyebab perseteruan korban dengan pelaku. Namun kedua korban terbujur lemas hingga dilarikan ke RSUD Dr Mohammad Zyn Sampang untuk menjalani perawatan intensif.

Syafriwanto menyatakan, kasus penganiayaan ini dilakukan pelaku bersama teman-temannya. Korban dikeroyok hingga mengalami luka lebam dibagian wajah dan sekujur tubuh serta patah tulang ditangan sebelah kiri.

“Pelaku penganiayaan lebih dari satu orang, totalnya ada empat pelaku ditetapkan tersangka, sisa pelaku yang belum ditangkap ini berstatus DPO,” tandasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.