Peserta Demo UU Ciptaker di Sampang Diikuti Pelajar

Gerombolan pelajar ikut aksi tolak UU Cipta Kerja di depan kantor DPRD Sampang Jalan Wijaya Kusuma, Jumat (8/10/2020) pukul 10.00 WIB. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Ratusan demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan kantor DPRD Sampang, Madura, Jawa Timur, Jumat (9/10/2020) siang diikuti massa berstatus pelajar.

Pantauan dilokasi, gerombolan pelajar diduga dari salah satu SMA dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kota Sampang ini masuk dibarisan peserta aksi.

Belum diketahui pasti alasan mereka ikut aksi demo atau karena ajakan teman. Sebagian dari mereka masih mengenakan seragam pramuka tanpa atribut sekolah.

“Campuran mas, ada yang dari SMA dan MAN,” ucap pelajar yang mengaku kelas XI.

Meski tidak membuat kericuhan saat jalannya aksi, mereka bebas berkeliaran bahkan sempat berselfi dengan petugas keamanan yang berjaga dibarisan depan.

Menyikapi hal itu, Korlap Aksi Hatman mengaku tidak mempersoalkan ikut sertanya peserta aksi dari pelajar.

“Kami tidak pernah mengajak, mungkin ini isunya nasional mungkin mereka sudah panggilan jiwa, tidak masalah asal tetap satu komando,” tutur Hatman.

Unjuk rasa menolak UU Ciptaker digelar gabungan mahasiswa dari Forum Mahasiswa Sampang (Formasa) dan PMII.

Pendemo menuntut pemerintah untuk membatalkan UU Cipta Kerja yang telah disahkan pada 5 Oktober lalu.

Dalam aksi tersebut disepakati semua tuntutan mahasiswa oleh Ketua DPRD Sampang Fadol serta seluruh fraksi partai politik dan juga ditandatangani Wakil Bupati Sampang H Abdullah Hidayat saat hadir menemui massa.

DPRD diminta menandatangani fakta integritas penolakan terhadap pengesahan UU Cipta Kerja. Dari hasil kesepakatan itu dikirim langsung kepada pemerintah pusat.

“Kami akan terus mendukung dan memperjuangkan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa,” ujar Ketua DPRD Sampang Fadol dilanjutkan tanda tangan.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.