Pelaku Pembunuhan Pria yang Jasadnya Dibuang di lapangan Kuda Camplong Ditangkap

Polres Sampang mengamankan pelaku pembunuhan bermotif asmara setelah sempat buron, Selasa (21/7/2020). (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Masih ingatkah jasad pria muda yang ditemukan di lapangan kuda Dusun Lengser, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, pada Jumat 17 April lalu.

Satuan Reserse Kriminal Polres Sampang berhasil membekuk satu dari empat pelaku pembunuhan terhadap Safi’i warga Desa Sejati, Kecamatan Camplong.

Pelaku diketahui bernama Moh Soleh (37) warga Desa Sejati, Camplong, yang bertempat tinggal di Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya.

“Soleh diamankan pada Selasa (14/7/2020) siang di rumah orangtuanya di Surabaya setelah 4 bulan buron pasca kejadian,” ucap Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro saat konferensi pers, Selasa (21/7/2020).

Usut demi usut, ternyata kasus pembunuhan yang sempat menggemparkan warga itu bermotif asmara alias perselingkuhan. Korban berselingkuh dengan istri pamannya.

Dalam kasus ini, Moh Soleh ikut membacok korban menggunakan sebilah celurit. Ia juga turut memukuli korban dengan kayu termasuk mengikat pergelangan tangan di dalam mobil sebelum nyawa korban dihabisi.

“Jadi pelaku ini tidak sendirian saat menghabisi nyawa korban, ada empat pelaku lain yang saat ini masih buron, dalam waktu dekat mohon doanya rekan-rekan kita akan tangkap,” tegas perwira dua melati emas itu.

Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire Piliang menjelaskan kronologis pembunuhan terhadap Safi’i. Total ada lima orang yang terlibat dalam kasus tersebut meliputi satu otak pelaku, tiga pelaku, dan satu perempuan.

“Perempuan ini adalah selingkuhan si korban, dia turut membantu kasus pembunuhan,” tutur Riki melanjutkan kronologis pembunuhan.

“Berdasarkan informasi yang kami terima bahwa para pelaku ini satu famili, jadi tidak terima ada keluarganya yang diselingkuhi,” imbuhnya.

Awalnya pada hari Senin 13 April 2020, Moh Soleh yang berada di Surabaya mendapat telepone dari pamannya, Surito alias Solbuk (DPO).

Perbincangan tersebut memberitahukan bahwa Uud alias Kutsiyah, istri Surito kepergok selingkuh dengan pemuda bernama Safi’i di dalam kamar kost diwilayah Pamekasan.

“Otak pelaku utama pembunuhan adalah Surito, jadi dia menyuruh Moh Soleh minta agar pulang ke Madura untuk merencanakan pembunuhan,” jelas Riki.

Kemudian, Kamis sore tanggal 16 April pukul 16.00 WIB, Moh Soleh pulang ke Madura. Sekitar pukul 20.00 WIB, ia tiba di rumah pelaku lainnya yakni Durrahman (DPO).

Di rumah Durrahman, Moh Soleh akhirnya bertemu Surito, pamannya. Surito datang mengendarai mobil Avanza berwarna putih. Disusul kedatangan pelaku lainnya Topik (DPO) mengendarai sepeda motor NMax.

 


Dalam pertemuan tersebut para pelaku merancang pembunuhan. Korban dijebak dengan cara ditelfon agar menemui istri Surito di kosannya di Kota Pamekasan.

Sekitar pukul 22.00 WIB, korban Safi’i datang ke kosan Uud mengendarai sepeda motor Suzuki Satria merah hitam bernopol M 3207 BF. Di depan kosan itu korban sudah diincar keempat pelaku dari dalam kendaraan mobil.

“Pada saat korban datang di kosan, pelaku Durrahman dan Topik menghampirinya, korban dipaksa masuk ke dalam mobil, disitulah korban diikat dan dipukul para pelaku sambil menuju lapangan Camplong, sedangkan motor korban dibawa oleh salah satu pelaku boncengan sama Uud mengikuti mobil dari belakang,” kata Riki.

Pukul 23.00 WIB, sesampainya di lokasi kejadian tepat di lapangan kuda Dusun Lengser, Camplong, korban dikeluarkan dari dalam mobil. Korban dibacok dibagian punggung belakang menggunakan dua buah celurit.

“Tersangka Surito membacok sebanyak empat kali hingga korban meninggal dunia, setelah itu semua pelaku dan perempuannya masuk ke mobil meninggalkan lokasi,” terangnya.

Keesokan harinya pada Jumat 17 April pukul 05.30 WIB, jasad korban dan motor Satria ditemukan warga. Pria muda itu memakai celana pendek dan berjaket sweater biru dongker.

“Untuk pasal yang dikenakan tersangka Moh Soleh yakni Pasal 340 junto Pasal 55 ayat 1 subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup,” tandasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.