Alasan Kades Nyeloh Sengaja Bantu Pelaku Pencurian Aki

Kades Nyeloh Samhaji (SM) menerangkan keterlibatannya dalam membantu pelaku pencurian aki ekskavator dilokasi tambang batu di Desa Buker Kecamatan Jrengik, Jumat (26/6/2020) siang. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Polisi berhasil meringkus Samhaji (SM), oknum Kepala Desa Nyeloh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang. Pria berusia 40 tahun itu terlibat kasus dugaan pencurian aki alat berat.

SM sengaja meminjamkan satu unit mobil Wuling bernopol M 1709 ND miliknya kepada para pelaku untuk mencuri aki ekskavator dilokasi tambang batu milik Kades Buker Abdus Sodik di Desa Buker, Kecamatan Jrengik, pada Kamis (11/6) dini hari lalu.

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro mengatakan, SM diamankan saat berbelanja di wilayah Kota Sampang tepatnya di Jalan Panglima, Jumat (12/6) malam.

“Peran Kades Nyeloh memfasilitasi tindak pidana pencurian yaitu meminjamkan mobilnya, bahkan yang bersangkutan mengiyakan ke pelaku untuk dipakai mencuri,” ucap Didit dalam konferensi pers di Mapolres Sampang, Jumat (26/6/2020) siang.

“Silahkan dipinjam asal jangan lama-lama,” tutur Didit menirukan ucapan SM.

Sementara Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire Piliang menyampaikan, ternyata SM mempunyai alasan tertentu meminjamkan mobilnya dalam keterlibatan pencurian. Yakni, karena lokasi tanah tambang galian yang dimiliki Kades Buker masih bersengketa.

“Jadi hasil pemeriksaan tersangka bahwa tanah yang dipakai untuk galian itu sengketa dan diklaim oleh saudaranya Kades Nyeloh SM, makanya sengaja para pelaku untuk mencuri di Buker,” kata Riki.

Sampai saat ini, polisi terus menyelidiki kasus pencurian tersebut. Perkembangan sementara keempat pelaku pencurian dalam pencairan polisi alias DPO. Diantaranya, SB, MN, BH, dan IH.

“Untuk kasus pencurian aki ini masih satu pelaku tertangkap yaitu Mustar bin Martuham, dia sebagai sopir saat mencuri, serta oknum Kades Nyeloh SM karena mobilnya dipinjamkan,” jelasnya.

Tersangka SM dijerat Pasal 363 ayat 1 ke 4 junto Pasal 56 ayat 2 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun.

Reporter : Ryan
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.