Tambang Ilegal di Balik Demo Berdarah PMII Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan menggelar unjuk rasa ke Pemkab setempat. Dalam aksi yang berakhir bentrok dengan aparat kepolisian dan mengakibatkan beberapa kader organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia ini mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit, ada tuntutan tentang penutupan tambang ilegal atau galian C yang ada di wilayah itu.

Pengurus Cabang PMII Pamekasan memang sangat fokus terhadap masalah galian C yang dinilai merusak lingkungan. Bahkan dalam setahun terakhir, para aktivis mahasiswa ini telah mengadakan kajian hukum, undang-undang dan mendatangi berbagai titik galian C yang ada di wilayah itu.

Ketua Cabang PMII Pamekasan Moh Lutfi mengatakan, pihaknya mendesak pemerintah kabupaten setempat untuk menutup seluruh tambang ilegal yang hingga saat ini masih beroperasi di berbagai titik di wilayah hukum kabupaten tersebut.

“Kami mendesak agar seluruh galian C itu ditutup hingga melengkapi izin seperti yang diamanatkan dalam undang-undang. Karena tambang ilegal itu merusak lingkungan,” tegasnya.

Sayangnya, dalam aksi yang digelar di depan kantor Pemkab Pamekasan itu harus ricuh. Setelah cukup lama menunggu sambil berorasi, aktivis PMII akhirnya merangsek masuk ke halaman Pendopo Ronggosukowati untuk menemui Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, yang ternyata sedang tidak berada di Pamekasan. Bentrokan dengan aparat kepolisian tidak terelakkan. Dua aktivis PMII mengalami luka cukup parah di bagian kepalanya dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Setelah demo tersebut kini aktvisi PMII dari berbagai wilayah ikut memberikan dukungan moral agar pihak kepolisian mengusut pelaku pemukulan terhadap aktivis PMII Pamekasan ini. Termasuk para alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni PMII (IKAPMII) Pamekasan.

Induk organisasi mahasiswa ini di tingkat Jawa Timur juga mendesak Polda Jatim untuk turun tangan mengusut tuntas pemukulan tersebut.

Menaggapi hal itu, Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, pihaknya akan menindak tegas anggotanya yang melakukan kekerasan terhadap aktivis PMII tersebut.

Bahkan, pihaknya juga akan menurunkan tim dari Propam Polda Jatim untuk mengusut tuntas kasus pemukulan terhadap mahasiswa yang menyuarakan penutupan tambang ilegal itu.

Reporter : Ist
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.