Kader Diamuk Oknum Polisi, IKAPMII Pamekasan Minta Proses Pemeriksaan Transparan

Pamekasan (Media Madura) – Kasus kekerasan fisik yang dilakukan oknum anggota Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan kepada aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) saat melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Pamekasan, disesalkan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII setempat.

Ketua Cabang IKAPMII Pamekasan Atiqullah mengatakan, insiden berdarah tersebut tidak perlu terjadi, apalagi pelakunya seorang anggota polisi. Seharusnya aparat menjadi pengaman saat para aktivis menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.

“IKAPMII Pamekasan sangat menyayangkan sikap represif pihak kepolisian pada aktivis PMII saat melakukan aksi demonstrasi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Madura tersebut, meminta proses pemeriksaan internal yang saat ini sedang berlangsung di Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur berlangsung secara profesional dan transparan.

Pihaknya juga mengaku sangat menghormati proses pemeriksaan internal yang sedang berlangsung. Hanya saja, pihaknya mendesak penanganan atas insiden tersebut segera diselesaikan dan cepat disampaikan kepada publik.

Atiqullah menambahkan, saat ini IKAPMII Pamekasan sudah menunjuk kuasa hukum untuk mengawal insiden berdarah tersebut.

“Kami menghormati proses pemeriksaan internal yang sedang berlangsung di Propam Polda Jatim, dengan harapan proses tersebut dilakukan secara profesional, transparan, dan hasilnya cepat dipublikasikan,” tegasnya.

Pada aksi yang berlangsung Kamis (25/6/2020) kemarin, mahasiswa dengan aparat kepolisian terlibat bentrok. Akibatnya, beberapa kader organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia ini mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

PMII mendesak Bupati Pamekasan menutup tambang ilegal atau galian C yang ada di wilayah itu.

Reporter: Zainol
Editor: Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.