Aksi Sosial PPP Pamekasan Bagikan Masker dan Handsanitizer

Pamekasan, (Media Madura) – Aksi sosial dalam rangka mencegah penularan covid-19 dilakukan oleh pengurus DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di di sisi utara monumen arek lancor. Rabu (22/04/2020) pagi.

Nampak mantan Bupati Pamekasan, Achmad Syafii juga ikut membagikan masker dan handsanitizer bagi pengguna jalan.

Ketua DPC PPP Pamekasan Halili mengatakan, aksi sosial tersebut digelar sebagai upaya partai yang dipimpinnya itu dalam rangka berkontribusi dan nenbantu penerintah dan aparat negara lainnya untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di kabupaten tersebut.

“Ini sebagai upaya untuk membantu pemerintah dalam hal penanganan dan pencegahan penularan pandemi covid-19 yang sedang terjadi di negara kita,” katanya kepada wartawan.

Dikatakan mantan ketua DPRD Pamekasan ini, ribuan masker dan handsanitizer dibagikan kepada mengendara, baik roda dua maupun roda 4, masyarakat umum di pasar serta sejumlah tenpat umum lainnya.

Selain itu, Halili juga meminta seluruh pengurus PPP di berbagai tingkatan, baik kabupaten, kecamatan hingga tingkat desa dan sumpatisan partai agar terlibat dalam penanganan covid-19 ini.

“Kami sudah menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus di berbagai tingakatan serta simpatisan agar ikut turun dan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pandemi covid-19 ini,” urainya.

Halili juga menyampaikan, jajaran pengurus DPC PPP Pamekasan akan terus berkeliling ke seluruh kecamatan dalam rangka membantu pemerintah dalam penanganan pandemi covid-19 ini.

Dalam aksi sosial kali ini, DPC PPP Pamekasan membagikan 5000 masker. Tidak hanya di jalan raya, masker juga akan dibagikan ke 13 kecamatan. Selain itu, sembako juga akan dibagikan kepada rakyat miskin, warga yang terkena penyakit kronis, warga yang kehilangan mata pencaharian akibat covid-19 dan orang tua jompo yang hidup sebatang kara.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.