Pamekasan, (Media Madura) – Kapolri Jenderal Idham Azis telah mengeluarkan maklumat tentang penanganan Covid-19 yang terbit 19 Maret 2020 lalu. Salah satunya yakni melarang masyarakat untuk mengadakan kegiatan sosial yang melibatkan banyak orang atau massa dalam jumlah besar. Baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri.

Bahkan, dalam maklumat tersebut petugas kepolisian bisa melakukan pembubaran massa secara paksa. Hal itu sebagai bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan pengayoman dan perlindungan kepada masyarakat di tengah penyebaran virus corona saat ini.

Tetapi, maklumat ini masih tidak diikuti oleh sebagain warga di Kabupaten Pamekasan. Banyak warga yang masih menggelar kegiatan sosial, bahkan menggelar pesta pernikahan.

Kasubag Humas Polres Pamekasan AKP Nining Dyah mengatakan, beberapa hari ini pihaknya bersama anggota TNI dan Pemkab telah memberikan imbauan agar warga tidak melakukan aktivitas dan berkumpul di tempat umum.

Bahkan, aparat kepolisian mendatangi sejumlah fasilitas umun khususnya kafe dan meminta agar warga yang masih berada di kafe-kafe membubarkan diri dan beraktivitas di rumah.

Dikonfirmasi terkait adanya warga yang masih menggelar pesta pernikahan, Nining menegaskan, bahwa pihaknya akan melakukan langkah-langkah sesuai dengan maklumat dari Kapolri, mulai langkah persuasif hingga tindakan tegas.

“Terkait informasi itu, akan saya infokan ke Bapak Kapolres, dan kalau di desa-desa masih ada, supaya Polsek gencar untuk memberi imbauan pada warga,” katanya. Rabu (25/03/2020) pagi.

Seperti diketahui, ada salah satu warga yang masih menggelar pesta pernikahan dan digelar di Gedung Bakorwil Madura. Video pernikahan tersebut beredar di media sosial dan menjadi pembahasan. Selain karena tidak mematuhi maklumat Kapolri, acara itu digelar di gedung pemerintahan di bawah pemerintah Provinsi Jawa Timur. Padahal Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa juga sudah memberikan imbauan agar warga tidak menggelar kegiatan yang melibatkan orang banyak.

Reporter : Ist
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.