Dua Siswi SMP di Sampang Dicabuli, Pelaku Congkel Jendela

Baju korban dan sebilah golok ditunjukkan pelaku saat melakukan pencabulan terhadap siswi SMP 14 tahun, Rabu (19/2/2020). (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Dua orang siswi SMP di Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, menjadi korban pencabulan oleh pelaku berinisial SAB (35).

Pria beranak dua ini merupakan penumpang kos-kosan di wilayah Kelurahan Gunung Sekar, Sampang.

Kasus pencabulan terjadi pada Minggu 16 Februari 2020 sekitar pukul 23.00 WIB malam.

Saat itu, pelaku melihat Bunga, anak juragan kos yang masih berusia 14 tahun berada di dalam kamarnya.

Niatan pelaku mulai muncul. Menggunakan sebuah golok, pelaku masuk ke kamar korban dengan cara mencongkel jendela.

Setelah masuk, pelaku asal warga Kabupaten Pamekasan itu langsung mencabuli korban dan mengancamnya dengan golok.

“Tiba-tiba tersangka SAB ini punya niatan begitu melihat korban di kamar,” ucap Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro, Rabu (19/2/2020).

Tak hanya itu, lanjut Didik, ketika korban mendapat perlakuan tak senonoh. Aksinya dipergoki oleh teman korban, sebut saja Mawar.

Kedatangan Mawar saat itu hanya ingin berkunjung, ternyata juga mendapat perlakuan yang sama.

“Kedua korban juga dicabuli dan diancam dengan golok agar tidak bercerita kepada siapapun,” tutur Didit.

Atas kejadian tersebut keesokan harinya Bunga memberitahukan orangtua dan melaporkan ke polisi.

“Setelah menerima laporan, anggota lalu bergerak cepat dan menangkap pelaku,” jelas Kapolres.

Didit menuturkan, pelaku bekerja sebagai kuli bangunan di Sampang. Pelaku sebenarnya kenal akrab dengan keluarga korban. Sebab, pelaku menempati kos-kosan sejak 5 tahun.

“Setelah kejadian pencabulan pelaku berupaya menghindar dari tempat kos, tetapi sempat balik lagi ke kos akhirnya pelaku kita tangkap,” ungkapnya.

Pasal yang dikenakan pelaku dijerat ancaman maksimal 15 tahun penjara karena melanggar pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.