Tahun 2020 Menata Pasar Sentol Menuju Pusat Perbelanjaan Modern

Rombongan Komisi gabungan DPRD Sampang dengan beberapa dinas terkait meninjau saluran drainase yang buntu hingga menyebabkan banjir di dalam pasar Sentol ketika musim hujan, Jumat (6/12/2019) pagi. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Komisi gabungan baik II, III, dan IV DPRD Sampang menargetkan pengelolaan pasar Sentol bisa optimal di awal tahun 2020 mendatang. Pernyataan itu diungkap Wakil Ketua Komisi II Alan Kaisan saat meninjau kembali kondisi pasar yang berada di Kecamatan Kedungdung, Jumat (6/12/2019) pagi.

“Kami terus berupaya memperbaiki pengelolaan pasar tradisional seperti di pasar Sentol, target penataan pasar menuju pusat perbelanjaan modern di Kedungdung ini awal tahun nanti, semua akan lebih maksimal,” kata Alan.

Menurutnya, saluran drainase di dalam pasar akan diperbaiki dan dibersihkan dengan menggunakan dana yang dianggarkan UPT Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur di Sampang. “Kita akan konsultasikan juga ke DPRD Provinsi Jatim untuk percepatan anggaran pemeliharaan,” terangnya.

Alan menerangkan, sering terjadi banjir di dalam pasar ketika musim penghujan karena saluran drainase mampet. Hal itu juga disebabkan minimnya kesadaran pedagang pasar yang kerap membuang sampah sembarangan serta melakukan penimbunan jalan.

“Kondisi pasar menjadi kumuh dan becek seperti ini, makanya penataan para pedagang memang harus segera dilakukan agar pasar tradisional tertata rapi dan bersih, termasuk nanti merelokasi pedagang sapi yang menempati pasar rakyat itu,” ungkapnya.

Senada juga disampaikan anggota Komisi IV Moh Iqbal Fathoni. Ia mengatakan, sudah bertahan-tahun kondisi pedagang pasar Sentol kian semwarut. Tampak para pedagang berjualan di pinggir jalan hingga meluber ke jalan raya membuat jalan di lokasi menyempit dan terjadi kemacetan.

Tidak optimalnya penataan pedagang, mengakibatkan banyak pedagang yang enggan menempati kios di dalam pasar. Ia meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) membuat terobosan menghadapi persoalan yang dihadapi pasar Sentol Kedungdung.

“Mengantisipasi kemacetan di pasar, kita sudah meminta pihak Dishub dan Kepolisian merekayasa lalu lintas bagi MPU yang membawa penumpang ke pasar, mungkin dalam waktu dekat mulai diberlakukan,” ujar Fafan panggilan akrabnya.

Kepala Pembantu UPT Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur di Sampang Moh Haris di lokasi sidak, mengaku untuk memperbaiki saluran di dalam pasar bisa dilakukan setelah anggaran triwulan pertama. Sebab, dinasnya mempunyai kewenangan pemeliharaan jalan dan jembatan.

“Kalau triwulan pertama pasti tidak tersentuh, karena sifatnya pemeliharaan jalan dan jembatan bukan saluran, nanti bisa dialihkan dan diprogramkan pada triwulan kedua, alasannya pertama memang yang diutamakan mata jalan, membangun saluran tidak boleh,” tutur Haris.

Plt Kepala Disperindag Sampang Abd Hannan, menjelaskan hasil sidak tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan penataan pedagang, perbaikan saluran drainase, maupun kebersihan pasar. “Relokasi pasar hewan juga segera dilakukan agar menampung pedagang yang berjualan di luar untuk mengurai kemacetan,” pungkasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.