Profesi Dokter Hewan Dianggap Sebelah Mata

*Oleh : Muhammad Zidan Nashrullah

Pada era moderninasi ini profesi dokter hewan sangat kurang diminati. Masyarakat pada umumnya lebih melihat bahwa dokter umum dan dokter gigi lah profesi yang mulia. Padahal, dalam kondisi saat ini tenaga dokter hewan lah yang sangat dibutuhkan, khususnya di daerah saya sendiri, Madura. Karena memang saat ini banyak sekali terlihat bahwa peternak-peternak di pelosok desa kurang memahami cara beternak yang baik dan seringkali bertindak semena-mena terhadap hewan ternaknya. Jika peternaknya saja kurang baik dalam mengelola ternak, maka kesehatan manusia pun juga bisa terancam. Mengapa demikian? Ya, karena hasil peternakan nantinya juga akan dikonsumsi oleh manusia.

Sangat miris sekali ketika pada akhir-akhir ini terdengar desas-desus bahwa profesi dokter hewan hanya dianggap sebelah mata oleh masyarakat, padahal dokter hewan memiliki peran yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Jika masyarakat mempermasalahkan prospek kerja, banyak sekali pekerjaan yang bisa dihasilkan dari profesi dokter hewan, contoh sederhananya saja kita bisa membuka klinik sendiri. Kita juga bisa menjadi bagian dari tenaga BPOM RI dalam menjamin mutu bahan pangan hewani yang nantinya akan dikonsumsi oleh masyarakat. Selain itu, menurut OIE ( Office International des Epizooties ) ada 33 bidang kerja dokter hewan di 110 negara, yaitu :

- Advertisement -

1. Food technology (Teknologi Pangan)
2. Food inspection (Inspeksi Pangan)
3. Food hygiene (Higiene Pangan)
4. Consumer protection (Perlindungan Konsumen)
5. Laboratories (Laboratorium)
6. Legislation (Legislasi)
7. Artificial breeding
8. Zoos (Kebun Binatang)
9. Laboratory animals (Hewan Laboratorium)
10. Animal Welfare
11. Zoonoses (Penyakit Hewan)
12. Veterinary medicine (Medis Veteriner)
13. Clinical health care
14. Disease control (Pengendalian Penyakit)
15. Exotic diseases (Penyakit Eksotik)
16. Epidemiology (Penyebaran Penyakit)
17. Quarantine (Karantina)
18. Livestock and animal products
19. Aquaculture (Hewan Akuatik)
20. Wildlife (Alam Liar)
21. Environmental protection (Perlindungan Lingkungan)
22. Nutrition (Nutrisi)
23. Parasitology
24. Teaching (Dosen)
25. Research and development (Penelitian)
26. Livestock marketing
27. Publications
28. Economics
29. Import animal production
30. Livestock industry organizations
31. Administration
32. International Cooperation
33. Professional organizations

Sehingga, salah besar jika prospek kerja dijadikan alasan untuk mereka menganggap sepele profesi dokter hewan.

Oleh karena itu, di sini saya mengajak masyarakat untuk tidak menganggap sebelah mata profesi dokter hewan. Selain itu, kita juga harus memperhatikan kesejahteraan hewan, tidak hanya sekadar memberi makan, kesehatan, kualitas kandang dan perlakuan terhadap hewan juga harus diperhatikan. Karena kesehatan hewan memengaruhi kehidupan manusia juga.

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya, asal Kabupaten Bangkalan, Madura.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.