Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Moh Jupri Riyadi saat ditahan penyidik Kejaksaan Negeri Sampang. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Empat terdakwa kasus korupsi ambruknya gedung SMPN 2 Ketapang divonis satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya. Sidang putusan itu digelar Selasa kemarin.

“Keempat terdakwa itu divonis satu tahun dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan penjara,” ucap JPU Kejaksaan Negeri Sampang Munarwi, Rabu (4/12/2019) siang.

Empat terdakwa diantaranya, Nuriman selaku peminjam CV, Mastur Kiranda selaku pelaksana kegiatan, Didik Hariyanto dan Sofyan selaku pengawas kegiatan.

Munarwi mengatakan, terdakwa Nuriman dan Mastur dibebankan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 132.300.000. Sedangkan, dua pengawas Didik dan Sofyan tidak dibebankan uang pengganti karena tidak ikut menikmati.

“Dalam kasus ini semua terdakwa yang divonis ada lima orang, sebelumnya terdakwa Abd Aziz pemilik CV Amor Palapa divonis satu tahun dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan penjara dan dibebankan uang pengganti Rp 2,5 juta,” ungkapnya.

Dirinya menuturkan, untuk dua terdakwa merupakan pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang saat ini tengah mengajukan saksi meringankan atau a de charge.

Dia adalah Moh Jupri Riyadi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus mantan Kepala Disdik dan Akh Rojiun sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) merupakan Kasi Sarana dan Prasarana.

“Untuk agenda sidang lanjutan dua terdakwa ini akan digelar Jumat (6/12) besok,” pungkasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.