Pamekasan, (Media Madura) – Bermacam cara merayakan hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Seperti yang dilakuka di Pondok Pesantren (PP) Mambaul Ulum, Bata-bata, Panaan, Palengaan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, ada pohon pisang berdaun uang.

Dikatakan oleh salah satu alumni pondok tersebut, Moh Amiruddin, tradisi itu setiap tahun dilakukan, hal itu se mata-mata merayakan lahirnya Nabi Muhammad SAW. “Setiap tahun di Pondok Pesantren Bata-bata selalu kayak gitu,” katanya.

Pada puluhan daun pisang itu, bukan hanya uang yang melekat, melainkan juga makanan ringan seperti jajanan anak-anak yang turut digantung.

“Ada puluhan pohon pisang yang sudah dihias dengan bermacam-macam model,” tambah Amir.

Hal senada disampaikan Moh Elman, kegiatan itu di laksanakan oleh santri yang tidak pulang liburan pondok ke rumahnya, biasanya warga sekitar juga ikut melaksanakannya.

“Itu tradisi santri yang tidak pulang meski ada liburan pondok, ada sekitar dua ribu santri,” katanya.

Puluhan pohon pisang yang sudah di hias dengan bermacam model itu, para santri usai melantunkan selawat bersama-sama langsung merebut segala barang yang melekat.

“Kalau sudah membaca selawat langsung diserbu oleh santri, tapi kalau warga sekitar cuma melihat tidak ikut merebutnya,” tutup Elman.

Reporter : Ahmad Rifqi
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.