Bupati Sampang H Slamet Junaidi meninjau beberapa stand pameran pembangunan. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Semarak Hari Jadi Sampang ke-396 dengan digelarnya Pameran Pembangunan bertajuk ‘Sampang Sepoloh Areh’ tidak sepenuhnya membawa angin segar bagi pelaku industri kecil sebagai wadah promosi produk unggulan daerah.

Sebagian dari ratusan peserta pameran mengeluh dengan mahalnya harga stand pameran yang harus disewa para UMKM. Sebab, mereka harus membayar jutaan rupiah kepada panitia dalam hal ini Disporabudpar Kabupaten Sampang.

“Gak ada kata gratis pak, disini saja sebagai stand milik pemerintah juga bayar, bagaimana bisa mendorong ekonomi kreatif dan menumbuhkan semangat UKM kalau semua bayar,” ucap salah satu pejabat di Sampang yang enggan disebutkan namanya.

Menurut pria berkacamata ini, menyampaikan untuk stand yang disewanya dengan ukuran 3×3 meter di bandrol dengan harga Rp 2 juta selama kontrak 10 hari. Fasilitas yang didapat bagi penyewa tak sebanding dengan besaran harga.

Ironisnya lagi, penempatan stand pelaku UKM berada di sebelah utara pojok timur. Lokasi tersebut merupakan jauh dari pusat keramaian pengunjung.

“Ada juga yang tidak dapat listrik, sehingga harus bawa genset kecil, kemudian tempat stand bagi pelaku UKM lokal agak jauh dari pengunjung, dibandingkan lokasi keramaian lebih banyak pelaku usaha di luar Sampang, lantas perputaran ekonominya dimana,” ujarnya.

Informasi yang diterima Media Madura, harga sewa stand tak hanya diberlakukan kepada peserta dari kalangan OPD. Peserta non pemerintah juga ditarik harga yang cukup besar yakni mencapai Rp 4 juta rupiah.

Salah satu pelaku usaha bidang kuliner ini mengaku harga relatif mahal tentu sebanding dengan lokasi yang strategis. Panitia sengaja memberi tempat yang ramai dikunjungi.

“Kita memang bayar ke pihak panitia, kurang tahu apa itu orang Dinas atau pihak EO, intinya bayar Rp 4 juta,” tuturnya.

Menanggapi itu, Plt Kepala Disporabudpar Kabupaten Sampang Imam Sanusi tak mengelak harga sewa stand dibandrol sebesar Rp 2 juta. Pembayaran diberikan kepada pihak ketiga yaitu EO DMR Production selaku penyelenggara.

“Bukan kepada Disporabudpar, tapi pihak EO,” kata Imam.

Untuk fasilitas stand sewa, diantaranya tenda, karpet, listrik 25 watt, meja dan kursi. Ia juga mengklaim bahwa kegiatan pameran Sampang Sepoloh Areh tidak memakai dana APBD.

“Peserta boleh mengambil stand gratis yang warna putih atau stand sewa berwarna biru, sewa stand bagi OPD selama tujuh hari dari tanggal 4 sampai 9 November,” terangnya.

Imam juga memaparkan jumlah peserta pameran dari kalangan OPD maupun swasta. Totalnya mencapai 245 stand. Meliputi, 61 stand OPD, 30 stand gratis untuk UMKM, 12 stand gratis untuk umum, dan 90 stand umum, serta 12 area sponsor, dan 40 stand untuk PKL.

Reporter : Ryan
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.